Ia menegaskan bahwa kewaspadaan digital menjadi pertahanan pertama saat pemerintah fokus pada penanganan darurat.
**Bantuan Resmi Telkomsel dan Operator Lain Selalu Memiliki Kanal Resmi**
Di tengah rumor beredar, Pemerintah Kabupaten Solok meluruskan bahwa bantuan resmi operator telekomunikasi memang ada namun semuanya memiliki sistem aktivasi resmi, bukan link sembarangan.
Contohnya, Telkomsel telah mendistribusikan bantuan komunikasi berupa paket data 3 GB, 300 SMS, dan 1.000 menit telepon bagi masyarakat Sumatera Barat yang terdampak.
Paket tersebut hanya bisa diaktifkan melalui kode resmi *888*20#. Operator resmi sudah ada yang bisa dilihat di aplikasi pencarian resmi, misalnya Telkomsel dial resmi *888#. XL/Axis: dial resmi *123# atau *838#. Begitu pula operator lainnya.
Pemerintah menegaskan jika yang beredar adalah link panjang, mencurigakan, atau meminta data pribadi bisa dipastikan itu bukan bantuan resmi.
**Himbauan Pemerintah Daerah: Tingkatkan Waspada Digital**
Wabup Chandra mengingatkan bahwa kejahatan siber saat bencana merupakan tindakan yang “melukai rasa kemanusiaan”. Untuk itu, masyarakat diminta tidak mengklik tautan yang tidak dikenal, tidak memasukkan data pribadi ke situs yang tidak resmi, selalu mengecek informasi melalui kanal resmi pemerintah dan operator dan segera melapor jika menemukan link mencurigakan beredar.
Ia juga meminta tokoh masyarakat, perangkat nagari, dan relawan untuk membantu mengedukasi warga, terutama lansia dan masyarakat yang kurang familiar dengan teknologi digital.
**Solidaritas Sosial dan Kewaspadaan Digital**
Bencana seharusnya menjadi ruang memperkuat persatuan, bukan kesempatan bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk menebar kejahatan. Di saat warga, relawan, TNI-Polri, BPBD, dan pemerintah bekerja bahu-membahu memulihkan kehidupan, kewaspadaan digital menjadi pagar penting dari ancaman lain yang tidak terlihat namun dapat sangat merugikan.






