Netizen Minta Kasus Ditindaklanjuti
Akun @nasikrawumataram bahkan menandai akun Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, meminta agar kasus tersebut mendapat perhatian dari pihak berwenang.
“Dia bukan hanya berbahaya untuk kaum adam, tapi juga untuk kaum hawa. Karena dia sangat menutupi jati dirinya di publik, menggunakan hijab dan salat pakai mukena. Profesi jadi tukang rias dan banyak perempuan yang tidak tahu dia laki-laki,” tulis akun tersebut dalam unggahan lanjutan.
Kasus ini pun memicu diskusi hangat di media sosial. Sebagian warganet menilai tindakan penyamaran tersebut telah menyalahi norma sosial dan agama, sementara yang lain menyoroti perlunya verifikasi identitas bagi profesi jasa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama sektor kecantikan.
Masa Lalu Dea Terungkap

Sementara itu, akun Facebook @Diana Arkayanti turut membagikan potret masa lalu Dea ketika masih remaja. Dalam foto tersebut, sosok yang disebut Deni tampak tidak mengenakan hijab dan berpenampilan seperti laki-laki pada umumnya.
Unggahan itu semakin memperkuat dugaan bahwa MUA berhijab tersebut memang menyembunyikan identitas aslinya dalam waktu lama.
Publik Bandingkan dengan Kasus “Sister Hong” di China
Fenomena ini membuat publik mengaitkannya dengan kasus “Sister Hong” di China, di mana seorang pria bernama Jiao (38) juga berpura-pura menjadi perempuan dan menjalankan profesi serupa.
Kasus di Lombok ini kini masih menjadi perbincangan hangat, dan masyarakat menantikan tindak lanjut dari pihak berwenang atas dugaan penipuan identitas dan pelanggaran etika profesi tersebut.






