“Saya khawatir apakah menerima penghargaan ini akan menimbulkan konflik kepentingan. Meskipun sekarang hakim bisa menggunakan hak ingkar, namun saya tetap mempertimbangkan bagaimana menjaga marwah Mahkamah Konstitusi,” tegasnya.
Meski demikian, Daniel menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut dan menilai apresiasi ini sebagai motivasi untuk terus bekerja secara profesional di tengah dinamika hukum dan kehidupan berbangsa.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pewarna Indonesia atas penghargaan ini. Semoga menjadi berkat bagi kita semua,” tutupnya.
Ketua Umum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono, menjelaskan bahwa API 2025 diberikan kepada tokoh-tokoh dari berbagai bidang yang dinilai memberikan dampak positif dan inspiratif bagi masyarakat.
“Penghargaan Apresiasi Pewarna Indonesia kami berikan kepada figur-figur inspiratif dari berbagai sektor yang telah memberikan kontribusi berarti bagi bangsa dan masyarakat. Pak Daniel Yusmic P. Foekh adalah salah satu sosok yang kami nilai memiliki pengaruh kuat melalui keteladanan, dedikasi, dan integritas dalam menjalankan tugasnya,” ujar Yusuf.
Sementara itu, Ketua Panitia Apresiasi Pewarna Indonesia dan Rakernas 2025, Elly Wati Simatupang, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat sinergi Pengurus Pusat dan dukungan penuh Pengurus Daerah Kalimantan Tengah sebagai tuan rumah.
“Kami bersyukur kegiatan nasional ini dapat terlaksana dengan baik. Apresiasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi dorongan bagi seluruh insan Pewarna Indonesia untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.






