Porosnusantara.co.id | Kubu Babussalam-Terkait temuan pekerjaan jalan di Kepenghuluan Sungai Panji-panji, Kecamatan Kubu Babussalam, Tim Investigasi DPP TOPAN RI menilai proyek peningkatan jalan tersebut amburadul dan dikerjakan secara asal jadi. Kondisi rusak parah pada jalan poros Sungai Panji-panji selama ini telah mengganggu aktivitas masyarakat, sehingga warga sangat berharap pembangunan dari pemerintah dapat benar-benar memperbaiki akses vital mereka.
“Kita tahu sungai panji-panji ini jalannya rusak parah, masuknya pembangunan diharapkan bisa memperbaiki akses, namun kami lihat dilapangan pekerjaannya jauh dari apa yang diharapkan masyarakat”. Ungkap Lukman Nur Hakim
Melalui APBD 2025, masuk program penyelenggaraan jalan berupa pembangunan jalan poros Teluk Medan–Kepenghuluan Sungai Panji-panji, Kecamatan Kubu Babussalam, dengan anggaran sebesar Rp183.010.226,61, yang dilaksanakan oleh CV. Maju Lestari Engineering.
Ironisnya, meskipun program peningkatan jalan tersebut seharusnya menjadi solusi, pekerjaan di lapangan justru diduga dikerjakan asal-asalan dan jauh dari standar yang diharapkan.
Hingga kini, belum diketahui siapa penanggung jawab utama pekerjaan tersebut, dan belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.
“Kami minta dinas terkait untuk memanggil pihak pelaksana terkait pekerjaannya. Kami menilai anggaran demikian, dengan kondisi yang dikerjakan diduga Korupsi”. Tegasnya







