Porosnusantara.co.id | Jakarta— PT Sains Solusi Global resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT EuroTruk Transindo dalam pengadaan dan penyediaan alat berat untuk kegiatan pertambangan batubara di Kalimantan Timur. Nilai kerja sama ini mencapai total Rp119 miliar dan menjadi langkah besar dalam memperkuat kapasitas operasional PT Sains Solusi Global di sektor pertambangan nasional.
Proyek tersebut mencakup penyediaan sejumlah alat berat, antara lain empat unit ekskavator kelas 50 ton, satu unit ekskavator kelas 30 ton, dua unit alat pendukung dozer, satu unit motor grader, dua unit compactor, lima unit support tower land, serta 45 unit truk Mercedes-Benz dengan dua varian — 30 unit berkonfigurasi SON aplikasi over hooden dan 15 unit aplikasi hauling.
Menurut keterangan pihak PT EuroTruk Transindo, proses persiapan alat berat membutuhkan waktu sekitar 30 hari atau satu bulan sejak transaksi dilakukan, khususnya untuk unit truk Mercedes-Benz.
Sementara itu, seluruh ekskavator sudah dalam kondisi siap pakai karena tersedia langsung dari stok PT EuroTruk Transindo, yang merupakan bagian dari grup PT Kobexindo Tractors Tbk, beralamat di Gedung Kobexindo Tractors, Jalan Pasir Putih Timur, Ancol.

Direktur PT Sains Solusi Global, Edi Swandi, menyampaikan harapan agar kerja sama ini berjalan lancar dan tepat waktu.
“Kami berharap proyek ini dapat terealisasi sesuai target karena dalam waktu dekat kami akan mengembangkan area tambang baru di beberapa titik strategis, termasuk di Berau, Pasir Penajam, dan Kutai Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Mulyani, selaku Division Head PT EuroTruk Transindo, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjalin kerja sama berkelanjutan.
“Kami tidak hanya menyediakan alat berat, tetapi juga akan mendukung proses pemeliharaan, penyediaan suku cadang, serta tenaga mekanik bila diperlukan. Tujuannya agar kegiatan operasional di lapangan dapat berjalan optimal,” ungkapnya.
Kolaborasi antara dua perusahaan ini diharapkan mampu memperkuat produktivitas tambang batubara nasional, sekaligus menjadi model kemitraan strategis antara penyedia alat berat dan pelaku usaha pertambangan di Indonesia.






