Pesan dari BRIN dan GPPI
Kepala PR EIJP BRIN, Umi Mu’awanah, menegaskan bahwa IPORICE merupakan ajang triple helix tahunan bidang persawitan:
“Kami menghadirkan IPORICE sebagai simpul kolaborasi untuk menjawab tantangan strategis industri sawit dari hulu ke hilir, dengan sains dan inovasi sebagai penggerak utama. Sinergi antara industri, kebijakan, dan teknologi sangat dibutuhkan untuk mempercepat transisi energi dan menjaga daya saing Indonesia di pasar global.”
Sementara itu, Ketua Umum GPPI Delima Hasri Azahari menyampaikan bahwa IPORICE sejalan dengan visi BRIN Science to Science, Science to Policy, dan Science to Society. Prinsip itu, katanya, berpijak pada profit, people, dan planet sebagai landasan untuk menjadikan industri perkebunan berkelanjutan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi rakyat.
Pandangan CPOPC
Dalam sambutannya pada 2nd IPORICE 2025, Sekjen Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) Izzana Salleh menegaskan bahwa forum ini hadir di momen krusial ketika dunia menghadapi dua tantangan besar: transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.
“Palm oil is at the heart of these discussions, not only as a vital source of affordable food and renewable energy but also as a pathway for millions of smallholders and rural communities to thrive,” ujarnya.
Izzana mengingatkan bahwa kelapa sawit kerap menjadi sasaran narasi negatif, termasuk regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR). Padahal, menurutnya, ada tiga fakta penting yang sering diabaikan:
-
Kelapa sawit adalah tanaman penghasil minyak nabati paling efisien dari sisi penggunaan lahan.
-
Tingkat deforestasi di Indonesia dan Malaysia telah menurun berkat standar keberlanjutan ISPO dan MSPO.
-
Lebih dari 40% produksi sawit dunia berasal dari petani kecil yang bergantung pada akses pasar yang adil.
“Research is not just about generating knowledge. It is about empowering decision-makers with evidence to counter misconceptions and drive equitable solutions,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran sains dan inovasi dalam mengubah wajah industri sawit, mulai dari penerapan traceability systems yang semakin canggih hingga pengembangan biofuel seperti B40 dan sustainable aviation fuel (SAF).






