Menghapus fasilitas berlebih bagi pejabat publik yang membebani keuangan negara, sekaligus memperkuat transparansi harta penyelenggara negara.
Memperkuat inovasi dan program kesejahteraan sosial, bukan menambah beban rakyat dengan pajak baru maupun pengurangan hak dasar.
Selain itu, gerakan ini juga mengingatkan pentingnya prinsip supremasi sipil dalam demokrasi Indonesia, sekaligus mendorong TNI/Polri agar tetap profesional sesuai fungsi utamanya.
Di sisi lain, masyarakat juga diajak untuk menjaga kesadaran bersama secara damai tanpa melakukan tindakan perusakan atau penjarahan. “Gerakan moral harus mengedepankan persuasif, saling jaga, dan menghindari kekerasan,” bunyi salah satu poin pesan kebangsaan.
Tak hanya itu, Gerakan Nurani Bangsa turut mengajak tokoh agama, akademisi, budayawan, hingga pimpinan tempat ibadah untuk bersama-sama mendoakan keselamatan bangsa sekaligus aktif menjaga persatuan di tengah situasi yang dinilai semakin menantang.
Konferensi di Griya Gusdur ini menjadi salah satu suara moral yang menguat di tengah gelombang demonstrasi yang belum mereda, sekaligus mengingatkan negara agar tetap berpihak pada rakyat dan tidak abai pada penderitaan masyarakat






