Bonus Demografi 40% Pemuda, Reano Panjaitan Dinilai Tepat Jadi Wajah Baru Generasi di Era Prabowo

Porosnusantara.co.id|Jakarta — Diskursus kepemudaan kembali menguat seiring mencuatnya dua isu penting: wacana revisi Undang-Undang Kepemudaan dan sosok calon Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang akan dipilih Presiden Prabowo Subianto.

Di satu sisi, Indonesia sedang menghadapi momentum bonus demografi dengan populasi usia produktif yang sangat dominan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, penduduk usia 15–64 tahun mencapai 190,97 juta jiwa (69,25% dari total populasi). Dari jumlah itu, sekitar 65,8 juta jiwa berusia 16–30 tahun, sedangkan kelompok 31–40 tahun mencapai 43 juta jiwa. Artinya, hampir 40% penduduk Indonesia berada di rentang usia 16–40 tahun.

Kondisi ini mendorong kuatnya desakan agar UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan direvisi. Selama ini, batas usia pemuda hanya ditetapkan 16–30 tahun. Dengan memperluas hingga 40 tahun, potensi produktif kelompok usia 31–40 tahun dapat lebih optimal diberdayakan. Mereka dinilai tengah berada di puncak kontribusi dalam bidang ekonomi, sosial, politik, hingga inovasi.

Ketua Umum KNPI, Reano Panjaitan, yang belakangan disebut-sebut sebagai kandidat Menpora, menegaskan perlunya reformasi kebijakan kepemudaan agar sesuai dengan realitas demografi.

“Usia 31–40 tahun adalah usia emas produktivitas. Jangan sampai potensi ini terabaikan, karena merekalah yang sedang berada di puncak kontribusi bangsa,” ujar Reano.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menekankan nasionalisme, loyalitas, dan disiplin, figur Menpora yang dibutuhkan adalah sosok yang tidak hanya dekat dengan generasi muda, tetapi juga mampu menjembatani aspirasi lintas generasi.

Pengamat kepemudaan, Ahmad Fadly, menilai Reano memiliki kapasitas tersebut.

Penulis: AxnesEditor: AXS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *