“Agama bukan untuk memecah belah, tetapi untuk menyatukan umat manusia dalam kasih dan persaudaraan.” (Uskup Ignatius Suharyo) Pernyataan ini sangat relevan dengan pentingnya membangun kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Seperti yang tertulis dalam Matius 22:37-40, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu… Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Ayat ini menekankan pentingnya mengasihi Tuhan dan sesama manusia, yang dapat diwujudkan dalam bentuk toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
“Kita harus membangun masyarakat yang inklusif dan toleran, sehingga semua orang dapat hidup berdampingan dengan damai.” (Jokowi) Pernyataan ini sangat relevan dengan pentingnya membangun masyarakat yang harmonis dan damai di Indonesia. “Kerukunan antarumat beragama adalah wujud dari kasih dan persaudaraan yang sejati.” (Pdt. Dr. Andreas Anangguru Yewangoe) Pernyataan ini sangat relevan dengan pentingnya membangun kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Mari kita bangun masyarakat yang harmonis dan damai dengan mempromosikan kerukunan antarumat beragama dan melindungi kebebasan beragama dan beribadah di Indonesia. Kita tidak boleh membiarkan perbedaan agama dan kepercayaan menjadi sumber konflik, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Mari kita bekerja sama untuk menciptakan Indonesia yang lebih harmonis, damai, dan sejahtera bagi semua. Tidak ada lagi ruang untuk intoleransi dan diskriminasi. Kita harus bersatu untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Mari kita mulai dari sekarang!
Reporter: AXS.






