Dalang Salto Sawengi Ping Seket Ki Gunarto , Gelar Wayang Milenial Jakarta dan Komunitas Penggemar se Jabodetabek

Ajaran-ajaran yang memberikan pegangan yaitu ; Harta, Tahta, Wanita.

Kita akan kupas malam ini, bahwa kalau suami itu selingkuh, sudah berlaku hukum alam.

Disuatu ketika istrinya pun akan diselingkuhi suami orang.

 

Prabu Basudewa mencintai penari yang biasa diundang tampil dikeraton.

Kemudian secara kebetulan Istri Beliau juga dicintai Raja lain sehingga hamil.

Raja tersebut berubah wujud menjadi Basudewa, kemudian melakukan Pola Kridaning Asmoro.

Dan istri sangat kecewa, karena dibuang kehutan bahkan mau dibunuh.”

 

“Sebagai pembunuhnya diutus adiknya Aryaprabu.

Tetapi tidak tega membunuh istri Raja, dalam keadaan hamil karena berarti membunuh 2 nyawa.”

 

“Dewi Maerah hidup dihutan sendirian dengan keadaan hamil bahkan terancam nyawanya, binatang buas siap melumatnya.

Ada sosok Pendito Begawan Joyokarto memberi pertolongan.

Sampai lahirlah jabang bayi diberi nama Joko Maruto, lalu diboyong kenegaranya Begawan Joyokarto.

Joko Maruto berwujud raksasa yang sangat besar karena bapaknya raksasa.”

 

“Kelak dikemudian hari Joko Maruto mencari bapaknya yang asli Basudewo, dengan harapan mau mengakui anaknya.

Akhirnya ditantang adu jago, dan matilah ditangan anaknya Prabu Basudewa yang lain.

Hukum alam karma itu berlaku pada siapapun, apabila berbuat selingkuh pada akhirnya akan diselingkuhi juga.”

 

“Semoga menjadi tontonan menarik sajian lakon “Basudewa Kembar” malam ini.

Ki Gunarto juga diundang pentas Internasional, akan menggelar Wayang di China pada Desember 2025 yad.

Juga Agustus 2025 akan di undang ke Polandia.

Yang akan berangkat nanti yaitu Ki Bimo, selama ini Dalang asuhan saya,” menutup wawancara Sang Dalang Duta Budaya Internasional Amerika-Jepang-Eropa-Australia-Roma-Italia-Vatikan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *