Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta menyampaikan pendapat maupun pertanyaan. Salah satu Kepala Desa berharap kegiatan semacam ini lebih sering diadakan, termasuk secara offline/tatap muka dalam lingkup lebih kecil. Misalnya tingkat kecamatan atau desa.
“Alangkah baiknya apabila penanganan terhadap pelaku kekerasan yang masih di bawah umur, maka Bhabinkamtibmas dan Polisi RW bersama perangkat desa setempat turut memberikan pembinaan,” usul peserta yang lain.
Usai kegiatan, Kapolresta Magelang mengatakan diskusi berjalan dengan lancar, para narasumber memaparkan materi masing-masing yang merujuk pada strategi dalam penanganan kekerasan pelajar.
“Upaya Polresta Magelang dari segi Preemtif, Preventif bahkan Penegakan Hukum sudah dilakukan secara maksimal sehingga kasus kekerasan Pelajar mengalami trend penurunan walaupun tetap masih ada dan ini yang akan terus kita tekan. Antusiasme peserta diskusi ini menunjukkan bahwa tingkat kepedulian berbagai elemen masyarakat dalam mencegah aksi Kekerasan Pelajar masih cukup tinggi. Serta dukungan masyarakat terhadap terpeliharanya situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Magelang,” pungkas Kombes Pol Mustofa. (Red-AXS)






