Jakarta, porosnusantara.co.id – 25 maret 2023 Menkopolhukam Prof. Dr. H. Mahfud MD Dan Pimpinan Ormas – Ormas Islam di Indonesia serikat Islam Indonesia, Al Irsyad al Islamiyah, Al Washliyah, Mathlaulanwar, NWDI, PUI, PITI, HBMI, IKADI, PERTI, Muhammadiyah, LDII,Muslimat NU, Aisiyah, Bakomubin, DDII, MUI, DMI, Al Khoirot, ISMI, ICMI, dan Robitoh Alawiyah. Narasumber “Tadarus Kebangsaan”: Kepala BNPT, BIN, Kejaksaan Agung, TNI, Polri, Kementerian Dalam Negeri,
Lemhanas, dan Kementerian Agama Pengurus Lembaga Persahabatan Ormas
Islam dan Para Tamu Undangan.
Anugerahnya kepada kita semua sebuah Negeri yang dibangun
oleh para pendiri bangsa Indonesia diatas dasar dan prinsip Darussalam
dan berbasis Mua’hadah, sebagaimana konsep Rosulullah SAW, dalam
membangun Negara Madinah (Negara Peradaban). Sehingga Indonesia
Masih Aman hingga saat ini.
2. Keberadaan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk dengan
keragaman suku, budaya, agama, Bahasa, tradisi, adat istiadat dan
khazanah pengetahuan Nusantara, dapat dijadikan sebagai kekuatan
untuk menjadi role model pembelajaran toleransi, keberagaman
dan perdamaian bagi bangsa bangsa di dunia. Sehingga pada saat
nya Indonesia menjadi pusat peradaban dunia (center of civilization). 3. Keberadaan Indonesia sebagai Negara Demokrasi berpenduduk
muslim terbesar di dunia, yang memiliki corak kehidupan beragama
yang ramah, damai, toleran dapat dijadikan sebagai modal
diplomasi Indonesia kepada dunia, untuk menjadikan Indonesia
sebagai sumber rujukankeIslaman
yang damai dan menyenangkan, sehingga mampu mengikis dan meminimalisir berkembangnya Islamphobia. Serta pada saatnya, Indonesia harus mampu menjadi konsolidator dan komunikator bagi solidaritas umat Islam dan Negara-Negara Muslim di seluruh Dunia.
4. Menjaga dan melindungi seluruh tumpah darah Indonesia,
dengan menjaga kedaulatan nasional di segala bidang, dari kedaulatan territorial, Kedaulatan pangan dan energi, kedaulatan mata
uang, kedaulatan digital, kedaulatan politik hukum dan keamanan,
kedaulatan angkasa serta kedaulatan di berbagai hal lainnya adalah
prioritas kerja-kerja yang harus dipercepat oleh pemerintah dan harus
melibatkan secara aktif peran seluruh stakeholders bangsa.
5. Membendung dan melawan segala bentuk infiltrasi, rekayasa
dan pemaksaan kehendak dari berbagai pihak dari dalam
maupun luar negeri, yang nyata-nyata merugikan kepentingan
nasional di segala bidang terutama dibidang ekonomi, Kesehatan, politik
hukum dan keamanan. Negara tidak Boleh Kalah dari siapapun.
Demikian halnya, berbagai upaya untuk meluruskan Kembali arah dan
prioritas kebijakan yang bertentangan dengan cita cita kemerdekaan Indonesia harus disegerakan, tentu dengan tetap mengedepankan
kesantunan bangsa yang ramah dan berdaulat.
6. Mengokohkan
Ideologi Pancasila kedalam kehidupan
masyarakat Indonesia serta Menyebarluasakan Ideologi
Pancasila dan Mengekspor Ideologi Pancasila ke seluruh penjuru
dunia. Agar Pancasila membumi di Indonesia dan gaungnya serta
pemahamannya bisa di terima atau bahkan dapat di replikasi bangsa
bangsa lain. Agar Indonesia mampu secara nyata berkontribusi bagi
perdamaian dunia dan keadilan sosial.
7. Bapak Ibu sekalian, Kini saatnya kita segerakan Konsolidasi
Nasional dan kita teguhkan kembali Konsensus Kebangsaan
untuk merajut kesatuan dan persatuan bangsa. Serta saatnya kita
tingkatkan kewaspadaan dari segala bentuk Ancaman, Tantangan,
Gangguan dan Hambatan yang berasal dari dalam dan luar negeri.
Segala Upaya rekayasa social, ekonomi, politik, hukum, keamanan,
kebudayaan, Kesehatan dan Pendidikan, mendesak untuk dilakukan,
agar stabilitas nasional dapat terjaga, sekaligus seluruh daya upaya yang
mencoba merongrong kedaulatan nasional dapat di hentikan.
8. Seluruh kekuatan umat, para tokoh dan pemimpin agama, serta
organisasi organisasi Islam Indonesia, harus segera bergerak
untuk menjadi garda depan perubahan dan perbaikan negeri.
Perubahan dan perbaikan negeri harus dipimpin dan diarahkan agar
terkendali. Ormas-Ormas Islam Harus Berdaulat, memimpin, bukan
hanya menjadi pelengkap penderita dan objek mainan oligarki dan global driver yang gridi (rakus). Ormas Ormas Islam harus mempu menjadi leader bukan hanya dealer. Tentu hal ini hanya bisa
dilakukan bila seluruh kekuatan umat, tokoh dan pemimpin agama dan
ormas ormas Islam Bersatu padu, berjamaah dalam Gerakan dan
menanggalkan segala perbedaan yang memicu perpecahan. Kita Harus
bangkit, Bersatu dan bergerak bersama dalam satu visi “Indonesia yang
Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur”. Selaras dengan Tujuan
Maqoshidussyariah dan Spirit Rohmatan Lilalamiin.
9. Keadilan harus ditegakkan seadil-adilnya. Korupsi harus
diberantas seakar akarnya. Praktek Monopoli dan Oligarki harus
segera diakhiri. Tak boleh ada lagi “Penyelenggara Negara”
yang menyalah gunakan kekuasaannya untuk kepentingan
pribadi dan membangun eksistensi apalagi hanya demi sebuah
posisi atau kenikmatan pribadi dan kejahatan tersindikasi.
Penyelenggara Negara harus rela mengabdi dan memberikan pelayanan
yang terbaik untuk Ibu pertiwi, bukan mengeksploitasi dan mengakuisisi
jejaring dan sumberdaya negeri untuk pribadi dan kejahatan tersindikasi.
Kepercayaan Rakyat harus dipulihkan dengan melakukan Transparansi
secara Presisi. Keadilan tidak boleh kalah oleh apapun dan oleh
siapapun. Justice for All (Keadilan untuk Semuanya).
10. Bapak Ibu Yang Terhormat, Kesetiaan dan Komitmen
Kebangsaan
Ormas Ormas Islam Indonesia terhadap
Pemerintahan yang sah dan ketaatan terhadap regulasi
Nasional, tak perlu diragukan lagi. Namun demikian kritik
konstruktif tak boleh diabaikan dan dianggap tak berarti.
11. Berbagai Praktek “Over Intervensi oleh pemerintah” atas
ruang-ruang kehidupan keagamaan, yang selama ini menjadi
domain para pemimpin agama dan ormas-ormas keagamaan, di coba
diambil alih dan di coba dipaksakan (sengaja tau tidak sengaja) melalui
intervensi kebijakan yang cenderung dan disinyalir cukup represif secara
psikologis bagi umat. Hal Ini harus diluruskan Kembali. (Fakta
Pelarangan Buka Puasa Bersama, meskipun sudah ada
penjelasan, Rencana Pembentukan Komisi Fatwa dll) sangat
menimbulkan kegaduhan dan pada saatnya akan melahirkan distrust
umat bila dibiarkan terus terjadi.
12. Persatuan dan Kesatuan Indonesia harus di perkuat, terutama
dalam menghadapi dan mewaspadai turbulensi politik
menyongsong tahun politik 2024. Pemerintah harus mewaspadai
politisasi agama, lebih tegas dan lebih berani melarang penyebarluasan
Ideologi Wahabi, Salafi, Khilafah dan Takfiri. Segera mengambil aksi
nyata dan menindak berbagai provokasi anti Pancasila, profokasi anti
NKRI dan Provokasi Anti Pemerintah yang mengancam kesatuan dan
keamanan nasional. Pemulihan terhadap kepercayaan Rakyat terhadap
aparat kepolisian, TNI dan para penegak hukum harus segera
dipulihkan, agar keamanan dan pertahanan semakin kuan menghadapi
berbagai turbulensi. Khusus untuk Hal ini. Pak Menkopolhukam Kami
Titipkan amanat untuk berkenan mendorong adanya Inpres Gerakan
Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi yang telah kami gagas
dengan BNPT.
13. Bapak Ibu Sekalian Yang terhormat. Dunia Tengah Berubah.
Semakin terbuka dan menjadi tanpa batas. Dunia memasuki
babak baru Kompetisi dan Kolaborasi dalam memperebutkan
pengaruh dan penguasaan terhadap ekosistem kehidupan.
Pertarungan Peradaban melalui penetrasi Ideologi, teknologi, ekonomi,
rekayasa ekologi dan produksi senjata biologi, semakin tak terelakkan.
Tantangan untuk mewujudkan peradaban yang ekologis dan kehidupan
yang lebih manusiawi semakin kompleks, disaat percepatan kemajuan
teknologi dan digitalisasi yang semakin tak terbendung. Demikian halnya
disaat ledakan jumlah penduduk dan ancaman sampah-sampah
peradaban bertebaran bergerak secara seporadis.
14. Kedepan, kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan dan
keberagamaan semakin komplek. Maka diperlukan kecerdasan,
kewaspadaan dan kolaborasi multipihak dalam menjaga dan melindungi
Negeri ini. Visi Kebangsaan dan Kenegaraan harus diutamakan. Agar
bangsa ini dapat selamat melewati berbagai ancaman tantangan
gangguan dan hambatan dari dalam dan luar negeri. Semoga Allah SWT
selalu melindungi Negeri ini.
15. Akhirnya. Selamat melakukan Tadarus Kebangsaan dan Penyusunan
Road Map Kepemimpinan Muslim Indonesia. Semoga Allah SWT
memberikan anugerah rohmah dan maunah kepada cita cita luhur kita
bersama. dari Ormas Islam untuk Indonesia dan Dunia.






