Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, S.I.P yang merupakan mantan Pangdam XII/Tanjungpura, mengatakan bahwa ke depan Festival Cap Go Meh Singkawang harus menjadi perhatian dunia internasional.
“Ke depan, Festival Cap Go Meh harus menjadi pusat perhatian dunia Internasional,” ujar dia saat menghadiri Festival Cap Go Meh Singkawang.
Festival Cap Go Meh di Singkawang sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, Badan PBB untuk pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan.
Moeldoko menambahkan “Festival Cap Go Meh juga bisa menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas nasional demi mewujudkan Indonesia Emas pada 2045. Saya ikut berbahagia bisa menyaksikan acara Cap Go Meh pada hari ini di Kota Singkawang, saya sangat tertarik kepada simbol-simbol yang sudah dibangun Pemerintah Kota Singkawang. Festival Cap Go meh ini sudah masuk dalam warisan budaya UNESCO, ini sebuah bentuk apresiasi dari pemerintahan pusat untuk Kota Singkawang,” kata Muldoko.

“Saya ingin menitipkan satu kata, yaitu mari kita bangun dan berbuat solidaritas nasional, ini menyangkut masa depan Indonesia siapa pun pemimpinnya. Ini festival yang sangat megah, semoga Festival Cap Go Meh selanjutnya bisa jauh lebih meriah lagi,” pungkasnya mengakhiri kata sambutan.
Kegiatan Pawai Tatung, dalam rangka Tahun Baru Imlek 2574 dan Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang berjalan sangat meriah.
Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengajak masyarakat Indonesia mendorong pelestarian budaya tanpa harus memperdebatkannya.
“Kalau di TV sering, tetapi melihat langsung ini perdana. Terima kasih diundang,” kata Erick Thohir kepada wartawan di Singkawang,
Erick menyatakan memiliki ekspektasi yang tinggi dengan adanya Festival Cap Go Meh di Kota Seribu Kelenteng itu, sehingga datang jauh-jauh untuk menyaksikan festival tersebut. “Ya ekspektasi tinggilah, kalau enggak, ngapain datang dari jauh-jauh,” ungkap Erick Thohir menjawab pertanyaan wartawan.






