Penilaian Jalan Tol Pekan Baru – Dumai, Kementerian PUPR Tekankan Pada Aspek Keamanan dan Hemat Energi Demi Kenyamanan Berkendara

Tim Ahli/Pakar Penilaian JTB Endang Setyaningrum mengatakan, pada kegiatan penilaian jalan tol, aspek keselamatan pengguna jalan tol merupakan hal yang sangat penting. “Makanya kita selalu mendorong kepada BUJT untuk memerhatikan aspek keselamatan. Misalnya pemeliharaan rutin jalan, penerangan, rambu-rambu yang memadai, dan informasi-informasi bagi pengguna jalan,” kata Endang Setyaningrum saat meninjau Tol Pekanbaru – Dumai, Jumat (7/10/2022).

Menurut Endang, pada tahun ini aspek beutifikasi juga menjadi indikator penilaian agar jalan tol maupun rest area terlihat lebih indah dan nyaman. “Jalan tol juga harus memiliki aspek hemat energi listrik, baik di jalan tolnya sendiri maupun di rest area, misalkan saja lampu-lampu bisa menggunakan tenaga matahari,” tutur Endang.

Sementara Branch Manager PT Hutama Karya (Persero) Ruas Tol Pekanbaru – Dumai Indrajana mengatakan, sejak beroperasi pada tahun 2021, pihaknya juga terus melakukan pembenahan-pembenahan terhadap jalan tol, baik dari segi keamanan hingga pelayanan untuk pengendara. “Tol Permai (Pekan Baru-Dumai) ini merupakan Tol Trans Sumatera terpanjang ketiga di Indonesia. Saat ini, kami telah memasang 260 titik CCTV Main Road dan 30 titik CCTV Gerbang Lajur Transaksi, Variable Message Sign (VMS), 7 unit genset serta Layanan Informasi Jalan Tol,” kata Indrajana.

BUJT Tol Pekanbaru–Dumai PT Hutama Karya berkomitmen untuk menyelaraskan antara pengelolaan infrastruktur dengan kelestarian alam melalui penghijauan. Saat ini telah tertanam 7.500 pohon seperti Trambesi, Tabebuya, dan Pucuk Merah dari target 9.000 tanaman.

Tol Pekanbaru – Dumai membentang sepanjang 131 km yang terdiri dari 6 seksi yaitu, Seksi 1 ruas Pekanbaru – Minas (9,5 km), Seksi 2 ruas Minas – Kandis Selatan (24 km), Seksi 3 ruas Kandis Selatan – Kandis Utara (17 km), Seksi 4 Kandis Utara – Duri Selatan (26 km), Seksi 5 Duri Selatan – Duri Utara (28 km), Seksi 6 JC Duri Utara – Dumai (25 km). Jalan tol ini dibangun selama kurun waktu sekitar 3 tahun 9 bulan dengan nilai investasi sebesar Rp14 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *