Penilaian Jalan Tol Berkelanjutan, Upaya Kementerian PUPR Tingkatkan Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol Jabodetabek

Operation Maintenance Department Head PT Jasa Marga RO2 Aprimon selaku pihak BUJT pengelola Ruas Jalan Tol Dalam Kota dan Prof. Dr. Ir. Soedijatmo mengatakan bahwa sejak beroperasi pada 1987 lalu, pihaknya selalu berupaya untuk mewujudkan aspek kelancaran, keselamatan dan kenyamanan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Jalan Tol. “Kami melakukan pemeliharaan rutin terhadap total 222 CCTV, kemudian mengimplementasikan Water Level Sensor di KM 0+200 A Japek, serta KM 26+800 A sebagai Early Warning System apabila air meluap. Kami juga menyediakan total 12 kendaraan Derek dan 28 unit kendaraan Patroli Jalan Raya untuk senantiasa meningkatkan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan tol,” ujar Aprimon.

Sementara itu dari aspek kenyamanan, PT Jasa Marga juga rutin melakukan pemeliharaan kondisi jalan tol dan meningkatkan beautifikasi. “Kami rutin melakukan Scrapping Filling Overlay dan rekonstruksi serta membangun Taman Gabion Tol Dalam Kota KM 1+200, dan Taman Air Mancur Soedijatmo di KM 31+200,” jelas Aprimon.

Kemudian, PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) selaku BUJT pengelola Ruas Tol Kebon Jeruk – Penjaringan (JORR W1)  juga berkomitmen untuk selalu memenuhi SPM sebagai salah satu aspek utama penilaian Jalan Tol Berkelanjutan. “Berdasarkan Hasil Pengujian Indeks Ketidakrataan dan Nilai Kekesataan, Jalan Tol JORR W1 memenuhi indikator tersebut. Lalu, sebagai upaya pencegahan kendaraan Over Dimension/ Overloading (ODOL) masuk ke dalam jalan tol, kami memasang 2 Lajur Weight in Motion (WIM) di Gerbang Tol Kembangan Selatan sebagai pengukur berat yang dapat menimbang kendaraan yang sedang berjalan secara akurat,” ujar Kepala Bagian Pemeliharaan / IT PT JLB Triyanto.

PT JLB juga berupaya untuk meningkatkan kelancaran dan keselamatan di Ruas Jalan Tol JORR W1 melalui pengendalian banjir dan pemasangan CCTV setiap 500 meter. “Kami memiliki 5 Polder yang tersebar di beberapa titik sebagai upaya pengendali banjir, lalu kami juga memasang 58 kamera CCTV di jalur A/B yang seluruhnya termonitor di Sentral Komunikasi kami,” tambah Triyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *