“Wilayah kumuh harusnya bisa hilang dengan menjadi nol kumuh, kalau hanya dilakukan oleh pemerintah pusat saja tidak mungkin, harusnya semua pihak berkolaborasi di mana pemerintah daerah sudah mau mengatasi bersama-sama kemudian pihak swasta dan masyarakat itu pun harusnya juga sudah bisa mengurangi,” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti dalam konferensi pers Hari Habitat Dunia – Hari Kota Dunia 2022 di Kementerian PUPR, Jakarta pada Senin.
Pentahelix adalah sebuah model inovatif menghubungkan akademisi, praktisi/bisnis, komunitas, pemerintah dan media untuk menciptakan ekosistem berdasarkan kreatifitas dan pengetahuan, dimana yang diharapkan dari konsep ini adalah sebuah solusi untuk pengembangan kreatifitas.
Diana menambahkan masyarakat bisa berkontribusi seperti melalui perubahan perilaku, menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini yang bisa dilakukan masyarakat. “Kalau semuanya bisa hidup dengan tertib dan memperhatikan kesehatan, ini harusnya bisa mengurangi masalah kumuh,” katanya.
Penataan kawasan kumuh yang dilakukan oleh Kementerian PUPR merupakan sekedar beautifikasi. Namun demikian, Kementerian PUPR berharap pengentasan kawasan kumuh juga harus dimulai dan dilakukan dari masyarakat itu sendiri. “Kita harus bersama-sama ada edukasinya dan penataan kawasan sehingga kita lakukan secara komprehensif. Itu berarti harus terintegrasi semuanya,” ujar Diana.
Dalam kesempatan sama, Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar menyampaikan bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke-11 yakni Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang efektif antara semua pihak.






