“Yaitu sebuah metode pembelajaran yang saling berkait antara bidang keilmuan berbasis technologi, entrepreneurship dan leadership,” ujar DR.Daniel Runtuwene seraya menjelaskan bahwa konsep tersebut, saat ini tengah diaplikasikan di Kampus STMIK KUWERA – School Of Technopreneur Nusantara (SOTN).
“Kami berharap SOTN dapat melahirkan calon-calon technopreneur handal berjiwa entrepreneur, inovatif, memiliki sistem tata kelola teknologi yang baik dan dapat menjadi pemimpin masa depan yang menginspirasi dunia lewat ide-ide kreatif. Saat ini kami memiliki jurusan S1 dengan gelar lulusan S.Kom,” pungkasnya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua STMIK KUWERA – School Of Technopreneur Nusantara, Yoas Arnest Sutopo, S.Inf MM, saat acara Komprensi Pers yang digelar seusai acara peresmian Gedung Kampus Baru SOTN yang ditandai dengan prosesi gunting pita dan pelepasan balon gas ke udara.
Arnest menyebutkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan di SOTN menurutnya berbeda dengan di kampus lain. Lewat program inkubator di SOTN diyakini mampu mencetak sosok-sosok mahasiswa yang berkerakter, yang memiliki skill keilmuan yang berbasis technologi, entrepreneurship dan leadership.
SEMENTARA itu Deni Hidayat selaku LLDIKTI III dalam sambutannya menyambut baik atas diresmikannya gedung baru SOTN yang dilengkapi berbagai fasilitas dalam mendukung sarana prasarana kegiatan Civitas Akademika di Kampus yang baru diresmikan tersebut.
Menurut Deni, keberadaan sarana dan prasarana di sebuah kampus adalah sebagai elemen penting, sebagai pendukung dalam memfasilitasi rencana perguruan tinggi agar dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.
“Sehingga tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pembelajaran secara khusus, dapat berlangsung secara efektif dan efisien,” tegas Deni Hidayat.






