“Saya yakin dengan kualitas training dan pengalaman K Water – sebagai the best water company in the world, akan banyak ilmu, teori dan aplikasinya, yang bisa kita manfaatkan dan terapkan di Indonesia. Ini adalah dukungan yang signifikan dari Pemerintah Korea Selatan, seperti yang kita tahu bahwa Korea Selatan memiliki pengalaman dalam mengembangkan dan mengatur Busan EcoDelta Smart City, Kotabaru Songdo, dan Kota Pemerintahan Sejong sebagai ibukota administrasi Korea Selatan,” kata Menteri Basuki.

Dikatakan Menteri Basuki, pembangunan Ibu Kota Baru (IKN) dan kota-kota di Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, yang memahami prinsip dasar membangun kota pintar, memiliki analisis yang tajam untuk berpikir tentang pemecahan masalah pengembangan kota pintar, dan memiliki komitmen yang kuat dalam pembangunan Indonesia.
Pelaksanaan pelatihan di Korea Selatan akan berlangsung 35 hari dari tanggal 17 Juli hingga 20 Agustus 2022.

Program yang dilaksanakan Kementerian PUPR bersama Korea International Cooperation Agency (KOICA) ini dirancang dengan persentase yang sama antara jam kuliah di kelas, diskusi, penelitian dan seminar teknis kunjungan lapangan agar peserta mendapatkan pengalaman langsung. Semua peserta mempelajari 4 (empat) tema utama yaitu, Pembangunan Kota Administratif, Pembangunan Kota Pintar (Smart City), Pengelolaan Air Cerdas,
dan Pengelolaan Jalan dan Transportasi Cerdas selama 5 minggu pelatihan di Korea Selatan.
(Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)






