Delegasi Indonesia Paparkan Pentingnya Pengelolaan Bendungan Merespon Isu Perubahan Iklim

Pada Kongres ICOLD 2022 tersebut, pembicara lainnya dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia Evi Anggraheni menjelaskan pengaruh perubahan iklim terhadap sedimentasi bendungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) pengaruh vulkanik, dengan studi kasus pada DAS Serayu dan Brantas. Sedangkan, dari Perum Jasa Tirta II Reni Mayasari menyampaikan dampak perubahan iklim pada pengelolaan 3 waduk besar di Sungai Citarum. Ketiga waduk tersebut yaitu Waduk Saguling (1985), Waduk Cirata (1988), dan Waduk Ir. H. Djuanda (1967). Untuk mengurangi dampak perubahan iklim, diperlukan penguatan dalam pengelolaan ketiga waduk tersebut.

Pada sesi yang lain, pembicara dari Balai Teknik Bendungan, Ditjen Sumber Daya Air Aris Rinaldi menyampaikan bahwa monitoring air tanah dalam evaluasi keselamatan bendungan merupakan bagian penting dalam pengelolaan dan pemeliharaan bendungan. Selain itu, dari Balai Wilayah Sungai Merauke, Ditjen Sumber Daya Air Andri Puji Wahyudi menjelaskan analisis dan evaluasi jangka pendek dan jangka panjang antara instrument data dan seep/w application pada Bendungan Jatiluhur Jawa Barat.

Pembicara lainnya dari PT. Waskita Karya Stella Monica memaparkan penggunaan sistem beton pracetak modular pada dinding samping bendungan, dengan studi kasus di Proyek Bendungan Margatiga Kabupaten Lampung Timur. Sedangkan Anom Prasetyo dari PT Vale Indonesia menyampaikan monitoring kinerja bendungan setelah bencana gempa bumi.

Turut menghadiri Kongres ICOLD 2022, antara lain pengurus KNIBB serta delegasi lainnya dari BUMN dan institusi lainnya

(Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *