
Anggaran pembangunannya bersumber dari APBN TA 2021-2023 (MYC) senilai Rp341,7 miliar untuk pekerjaan fisik oleh kontraktor PT PP-PT SBS-PT MKJ (KSO) dan pekerjaan konsultan manajemen konstruksi senilai Rp. 8,7 miliar oleh PT Arkonin EMP–PT Virama Karya (KSO). Lingkup pekerjaannya meliputi rencana teknis terinci (DED), konstruksi fisik, pendampingan operasional hingga pemeliharaan.
Selain membangun pengolahan air limbah, Kementerian PUPR juga memulai pembangunan infrastruktur persampahan untuk meningkatkan layanan sanitasi KIT Batang berupa pembangunan Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas 35 ton/hari. Pembangunan TPST KIT Batang mulai dikerjakan berbarengan dengan pekerjaan IPAL dengan biaya sebesar Rp20 miliar. Saat ini tengah diselesaikan pekerjaan fisik meliputi persiapan, bangunan utama, bangunan penunjang, lansekap, dan pekerjaan comisioning.

Di bidang permukiman, Kementerian PUPR juga menyiapkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minun (SPAM) berkapasitas 285 liter/detik untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Pembangunan KIT Batang merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam mewujudkan pemulihan ekonomi nasional akibat Pandemi COVID-19, juga sebagai pengembangan kawasan ekonomi baru di wilayah Batang khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya.
(Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)






