Jakarta, Porosnusantara.co.id
Saat ini, Pemerintah sedang menggalakkan pengembangan Ekonomi Kreatif, pasalnya Ekraf salah satu sector ekonomi yang memiliki potensi pengembangan sangat pesat di Indonesia dengan lapangan kerja yang dihasilkan sebesar 18,1 juta dan kontribusi ekonomi kreatif terhadap ekspor sebesar US$ 20 miliar, menurut data BPS pada tahun 2019, Demikian pula di DKI Jakarta, Ekraf menjadi penyumbang besar dan tulang punggung perekonomian baru bagi DKI Jakarta, serta menjadi percontohan untuk daerah-daerah lainnya secara Nasional
Oleh karena itulah, dalam rangka pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf), perlu dibentuk sebuah Grand Design (Desain Induk) yang dapat menjadi pedoman bagi penentuan kebijakan maupun penyelenggaraan kegiatan ekraf bagi masyarakat, lantaran hingga saat ini konsep tersebut belum dipahami secara mendalam, baik di lingkungan birokrasi maupun masyarakat umum, maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Grand Design Pengembangan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta di Discovery Ancol, Jakarta Utara, Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata.
Kegiatan FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dini Oktaviyanti (Koordinator Kajian Strategis Kemenparekraf RI), Tulus (Kepala Pusat Inovasi Pengembangan Perkotaan), Diaz Hendrassukma (Ketua umum Komite Ekraf Jakarta), Robby Wahyudi (Program Director Katapel id), dan dipandu oleh Moderator Camelia Harahap (Head of Art and Creative Industries British Council Indonesia) dan Novrizal Pratama (Ketua Umum Yayasan Indonesia Kuat).






