oleh

TANGGAP DARURAT BBWS CITARUM, ANTISIPASI TANGGUL KRITIS DI MUARAGEMBONG

Kabupaten Bekasi. porosnusantara.co.id -Antisipasi sekaligus tanggap darurat oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS Citarum) terus mulai menggenjot perbaikan tanggul kritis di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.

BBWS Citarum, terus lakukan perbaikan tanggul yang kritis guna untuk memperlebar sekaligus memperkuat tanggul agar tidak jebol jika debit air Sungai Citarum sedang tinggi.

Melindungi, wilayah Kecamatan Muara gembong, serta mengurangi kerugian, baik secara fisik maupun non fisik yang di timbulkan akibat banjir.

Perlu diketahui, lokasi kegiatan di Desa Jaya Sakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, perbaikan tanggul kritis kurang lebih 65 meter, dan lebar tanggul pada saat ini cuma 2 meter, pembersih serta pemasangan cerucuk oleh tim tenaga ahli, pengawasan dari pihak Kecamatan Muaragembong terus kawal perbaikan tanggul agar kegiatan tersebut tepat sesuai jadwal.

BACA JUGA  HARI ULANG TAHUN GROUP PEGUYUBAN WARTAWAN KABUPATEN BEKASI

Dikatakan, Wahyu tim monitoring Kecamatan Satpol PP mengatakan, Perbaikan tanggul terus dilakukan untuk memperkuat tanggul kritis, dan ada tiga desa di wilayah Kecamatan Muara Gembong pada tahun ini yang mendapatkan berbaikan dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).

BACA JUGA  Silaturrahmi Calon Incamben Desa Mangli Dengan Media

“Tanggap darurat dari BBWS CITARUM, pada intinya untuk memperkuat tanggul aja, BBWS Citarum ini ada sedikit kerjakan juga di Kecamatan Muaragembong ini, ada tiga desa yang di kerjakan Satu Desa Pantai Bahagia, Desa Jaya Sakti , dan Desa Pantai Bakti”, kata Wahyu selaku tim monitoring dari Satpol PP, Kamis (25/11).

Masih ia menjelaskan, bahwa banyak keluhan dari masyarakat Jaya Sakti tetang tanggul ini yang mulai kritis.

apa lagi jika air Sungai Citarum sedang tinggi atau naik warga di khawatir takut terjadi tanggul jebol .

BACA JUGA  PKK Konsel Eksis Kampanyekan Adaptasi Kebiasaan Baru

Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) pada 2021 tahun ini hanya bisa memperbaiki satu titik per desa.

“ini kemarin sempat istilahnya air gede, warga sempat aga khawatir, jadi ada tanggap darurat yang harus di kerjakan sekarang juga,

cuma tanggap darurat pada tahun ini hanya cuma satu titik, tepatnya di Desa Jayasakti.

setelah tanggul selasai di bersihkan, lalu di beri kayu dolken sebagai bahan cerucuk untuk penahan tanah agar tidak longsor “, tandasnya.

( Carim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini