Berita  

Diduga Manager HRD PT AA Dan PT ME diberhentikan sepihak terjadi kericuhan saat Public Expose

Jakarta. porosnusantara.co.id – Seorang karyawati, Vivi Ade Rosmaria (40) merupakan salah satu pegawai yang berjuang menuntut haknya di dua (2) perusahaan sebagai *Manager HRD* di PT AA, Tbk dan PT ME, Tbk diduga karena adanya pemecatan sepihak serta tidak secara prosedural yang dilakukan pihak perusahaan terhadap dirinya.

Kedatangan Vivi yang awalnya secara baik-baik justru berujung kericuhan, akibat aksi nekatnya menghadang kendaraan direksi karena tidak ditanggapi pihak manajemen. Apalagi disaat tengah diselenggarakannya public expose dua perusahaan tersebut yang bertempat di Meta Epsi Building di Jalan Mayjen D.I Panjaitan, Kav. 2 Rawa Bunga Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur pada, Senin (9/08/2021) siang.

BACA JUGA  DPRD Way Kanan Adakan Jaringan Aspirasi Masyarakat Di GSG Kecamatan Banjit

Saat memberikan keterangannya kepada para wartawan, Vivi menjelaskan bahwa dirinya di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) secara lisan yang disampaikan pihak manajemen (pak Adi) pada tanggal 29 Juli 2021. Dan dikatakan oleh pak Adi masa kerja berakhir terhitung 31 Juli 2021. Ironisnya, tanpa surat PHK dengan alasan masa percobaan (probation) selama tiga (3) bulan telah selesai. “Selain itu, untuk cross check pekerjaan (saya) selama ditempatkan di wilayah Palembang, (terindikasi) dianggap oleh perusahaan belum tentu benar kerjanya, meskipun masuk kerja setiap pukul 08.00 WIB,” ujarnya.

BACA JUGA  Gugatan Batas Usia Pensiun TNI/Polri-PNS Di Tolak MK

Dalam penuturannya, Vivi memaparkan bahwa dirinya juga telah menandatangani “Kesepakatan Kerja Waktu Tidak Tertentu” sejak dengan nomor surat : 001/HRD/KKWT-VAR/III -2021 tertanggal 15 Maret 2021. “Dan ditanda-tangani 24 April 2021, hal ini berdasarkan risalah pertemuan antara saya (Vivi) selaku karyawan dan direksi,” ungkapnya.

BACA JUGA  Antisipasi Kemacetan, Dishub Jakarta Barat Kerahkan 40 Anggotanya

Disisi lain, Vivi rencananya (telah) mengadukan nasib yang menimpanya kepada Kementerian Ketenaga-kerjaan (Kemenaker RI). Selain itu, akibat aksi nekatnya ketika tengah mengejar direksi ia sempat terjatuh dan kakinya pun ikut terlilir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *