oleh

Kunjungi Langsung Perkebunan Kopi Di Polman,Amran Mahmud Tertarik Kembangkan Di Wajo.

POLMAN -(Wajo-Sul-Sel Porosnusantara.Co.id.) Bupati Wajo, Amran Mahmud, menghabiskan waktu akhir pekan dengan mengunjungi beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Minggu (20/6/2021). Bukan untuk liburan, tetapi melihat potensi yang ke depan bisa dikembangkan di Wajo.

Usai menemui Bupati Majene, Lukman, Bupati Wajo bersama rombongan perangkat dinas terkait menyempatkan diri menjelajahi pegunungan yang curam untuk mengunjungi langsung penangkaran bibit dan perkebunan kopi di Desa Kurrak, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar.

Rombongan disambut oleh tuan rumah, pembina perusahaan Sari Bumi Surya yang menaungi penangkaran bibit dan budi daya kopi di Desa Kurrak. Salah satu bibit dan budi daya kopi di sana adalah robusta, yang memungkinkan tumbuh di ketinggian 0-700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

BACA JUGA  Lantik Pejabat Eselon dan Kepala Sekolah, Walikota Sawahlunto Tekankan Pentingnya Jaga Amanah

Pada kesempatan ini, pihak perusahaan Sari Bumi Surya memberikan gambaran sekaligus sharing tentang penangkaran bibit dan budi daya kopi robusta sekaligus model kerja sama dengan Bumdes kepada rombongan.

Bupati Wajo, Amran Mahmud, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada tuan rumah atas sambutan dan sharing-nya.

“Kita berharap komoditi ini bisa tumbuh dan berkembang, khususnya di wilayah Kabupaten Wajo. Apalagi sesuai instruksi presiden bahwa tahun ini kita fokus pada pemulihan ekonomi. Mudah-mudahan ini adalah salah jawaban atas keinginan kami untuk memulihkan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat Wajo,” kata Amran.

BACA JUGA  Tjipta Lesmana: Prestasi Pak Amran Nyata dan Tidak Bisa Dibantah Lagi

Dia meminta kepada Dinas Pertanian Wajo untuk melakukan pendataan dan pengkajian prospek ekonomis komoditas ini serta peluang budi daya di Wajo.

“Saya minta kepada kepada Dinas Pertanian agar melakukan kajian dan penelitian terkait komoditi ini. Kemudian sandingkan komoditi lainnya, misalnya pala, merica, dan jagung, khususnya pada aspek ekonomis,” ucapnya.

Amran melanjutkan, Wajo bisa mencontoh pola pengelolaan Bumdes di Desa Kurrak, yakni kopi hasil budi daya petani dibeli oleh Bumdes kemudian Bumdes yang mengolah sehingga menjadi serbuk kopi robusta siap seduh.

BACA JUGA  Buka puasa bersama & Santunan Anak yatim-piatu SEKNAS JOKOWI Jakarta Utara di hadiri Ibu SONDANG TAMPUBOLON Anggota DPR RI komisi VI dari fraksi PDI PERJUANGAN dan rekan

“Kami berharap kepada para kepala desa agar bisa menerapkan pola yang sama meskipun untuk komoditi lainnya. Saya harap Ibu Kadis PMD untuk bisa mendampingi para kepala desa kita,” lanjutnya.

Meski di tengah rintik hujan, Amran mengunjungi langsung pohon kopi budi daya masyarakat guna melihat langsung pohon dari produk mentah buah yang hasil olahan yang dikagumi hampir seluruh kalangan ini.
(HumasPemda)
(Lia MOI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini