Kemenkop dan UKM Peringati Hari UMKM Nasional 2019

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria Simanungkalit menambahkan, tantangan produk UMKM lainnya diantaranya adalah nilai ekspor produk UMKM baru sebesar 14%. “Untuk itu, kami akan terus mendorong kualitas produk UMKM, khususnya dalam bidang kemasan. Dengan kemasan yang baik, maka akan berdampak pada meningkatnya nilai produk itu sendiri”, kata Victoria.

Victoria menilai, kemasan merupakan bagian penting dari strategi marketing. “Tidak sekadar mewadahi dan melindungi, kemasan merupakan unsur yang mempengaruhi minat konsumen pada sebuah produk yang berujung pada jumlah penjualan”, imbuh Victoria.

Menurut Victoria, sangat disayangkan apabila produk unggul tidak mampu menembus pasar hanya karena kemasannya tidak menarik atau kurang memberi informasi yang dibutuhkan pembeli”, ujar Victoria.

Selain soal kemasan, lanjut Victoria, standarisasi dari sebuah produk menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan. “Kita harus selalu ingat bahwa ke depan tuntutan pasar semakin meningkat. Kita harus siap menghadapi itu. Terlebih lagi, kita sudah menerapkan standar produk (SNI, red.) untuk produk luar yang masuk ke Indonesia. Kita harus terus meningkatkan standarisasi produk hingga bisa berstandar internasional”, kata Victoria.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Fokus UMKM Roy Baskoro juga menilai bahwa pentingnya kemasan untuk mendukung bisnis UMKM. “Kemasan dapat membentuk citra sebuah produk sekaligus menjadi elemen yang membuatnya tampak berbeda dengan kompetitor”, tegas Roy.

Bagi Roy, di era pasar bebas seperti sekarang ini, penting bagi sebuah produk memiliki ciri khas dan keunikan agar dapat melekat di ingatan konsumen. “Untuk itu, para pelaku usaha dituntut untuk senantiasa kreatif dalam mengemas produknya”, pungkas Roy. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *