Oleh karena itu, Tunov menghimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi atau terpengaruh dengan pemberitaan miring media yang menyudutkan Kementerian Pertanian terkait kebijakan swasembada bawang putih. Kebijakan ini sudah bagus, meski tentunya butuh perbaikan sana-sini. Biasanya importir yang kecewa atau sakit hati karena terkena dampak dari kebijakan ini suka membuat berita-berita tidak benar.
“Jangan termakan berita negatif, karena kenyataannya di lapangan petani menyambut antusias program swasembada bawang putih yang digencarkan Pak Mentan Amran Sulaiman,” tegasnya.
Perlu diketahui, selama periode kepemimpinan Amran, selain berhasil bangkitkan bawang putih, Kementan tercatat sukses mempertahankan predikat WTP atas laporan keuangan yang diberikan BPK selama 3 tahun berturut-turut. Produk Domestik Bruto sektor pertanian 2013-2018 berdasarkan data BPS meningkat dratis mencapai Rp 1.328,4 triliun.
Kemudian, ekspor produk pertanian meningkat 26,9 % pada kurun waktu lima tahun terakhir. Ekspor produk pertanian di tahun 2018 mencapai 42,5 juta ton, dimana pada tahun 2013 ekspor hanya mencapai 33,5 juta ton. Investasi meningkat 110% dari Rp 29,3 Trilyun pada tahun 2013 menjadi Rp 61,6 Trilyun pada tahun 2018.
Menteri Amran juga dinilai punya andil besar dalam menerjunbebaskan inflasi pangan dari 10,57% menjadi 1,26%. Rekor ini pertama kali dalam sejarah Indonesia inflasi bahan makanan menembus 1,26%. Masyarakat tentu bisa merasakan bagaimana harga-harga pangan bisa dikendalikan oleh pemerintah bahkan saat momentum hari besar keagamaan seperti puasa dan idul fitri. (Red)






