Tim F1QR Gagalkan Penyelundupan 245 Ribu Benih Lobter di Batam

Jakarya, Poros Nusantara – Pemerintah melalui Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Satuan Tugas Gabungan Komando Armada I (Koarmada I) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster ilegal di perairan Pulau Sugi, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (12/3). Sebanyak 245.102 ekor BL berhasil diselamatkan dalam operasi pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan (jarkaplid) terhadap satu speed boat (SB) tanpa nama.

Tim F1QR Satgas Gabungan Koarmada I ini terdiri dari tim F1QR Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam; tim F1QR Detasemen Intel Koarmada I; tim F1QR Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I; dan tim F1QR Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV.

BACA JUGA  Bupati Dan Wakil Bupati Way Kanan Hadir Dalam Doa Dan Tasyakuran Timses Relawan Adipati Lagi

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, penggagalan BL ini merupakan tangkapan yang terbesar dalam sejarah yang dilakukan oleh pemerintah selama ini.

“Kalau dinilai dengan harga beli dari masyarakat, BL ini mungkin bernilai Rp 10 miliar-an. Tapi kalau dinilai ke bakulnya, Rp37 miliar. Kalau dinilai di Singapura, mungkin sudah Rp60 miliar. Kalau dilepas di laut, jadi 8 ons, 1 kg, 2 kg per ekornya, mungkin nilainya sudah paling tidak seratus kalinya,” jelasnya.

BACA JUGA  Pawai Obor di Malam 17 Agustus, Semarakkan Rangkaian HUT Kemerdekaan RI di Sengkang

*Kronologis Penangkapan*
Komandan Guskamla Koarmada 1, Laksamana Pertama TNI Dafit Santoso menjelaskan, penggagalan penyelundupan ini bermula dari informasi yang diperoleh Tim 2 dengan SB Hanoman dari Tim 1 yang bertugas di lapangan pada Selasa (12/3) pagi. Disebutkan, terlihat sebuah SB melintas masuk dari wilayah Batam menuju Singapura dengan kecepatan tinggi.

BACA JUGA  PILKADA DAN PILGUB NTT HARUS AMAN DAN SUKSES

Setelah memperoleh informasi tersebut, Tim 2 segera melaksanakan persiapan dan memantau SB yang akan melintas di area lokasi yang direncanakan. Sesuai perkiraan, segera ketika SB melintas Tim 2 melakukan pengejaran dari perairan Pulau Sugi, Moro, Kabupaten Karimun hingga Teluk Bakau, Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *