“Sarana lampu jalan ini sangat kami perlukan. Untuk masyarakat pastinya manfaat penerangan jalan itu. Kemudian kota kami kota wisata, jadi cukup menjadi kendala jika penerangan di jalan tidak memadai”, ungkap Walikota muda itu.
Melalui kunjungan langsungnya ke Kementerian ESDM tersebut, Deri berharap pihak Kementerian melihat wujud nyata komitmen Pemko Sawahlunto memperjuangkan proposal tadi. Sehingga ada pertimbangan untuk meletakkan proposal pemasangan PJU di Sawahlunto dalam kategori prioritas (unggulan).
Tak lupa, Deri Asta juga menyampaikan terimakasih yang sebesar – besarnya pada Kementerian ESDM RI, yang pada 2017 lalu telah merealisasikan pemasangan PJU solar sel sebanyak 200 unit. Wujud terimakasih itu, Ditjen EBTKE dihadiahi piagam penghargaan dan juga cenderamata khas ‘Kota Arang’.

Namun ternyata, tak hanya persoalan lampu PJU itu yang dibahas dalam pertemuan itu, Kepala Barenlitbangda, Andy Rastika menyebutkan bahwa dalam kesempatan tersebut sempat membahas tentang potensi energi terbarukan ramah lingkungan di Sawahlunto. Potensi energi yang dilirik oleh Kementerian ESDM adalah energi gas metan.
“Selain membicarakan tindak lanjut proposal lampu PJU kita, tadi juga ada dibahas mengenai potensi energi terbarukan yang ramah lingkungan yang dapat dikembangkan di Sawahlunto. Potensi energi yang akan diteliti bersumber dari gas metan,” kata Andy.
Menanggapi ketertarikan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM RI untuk energi gas metan itu Pemko Sawahlunto pun menyambut antusias dan siap mendukung serta memfasilitasi. Sebab pengembangan energi terbarukan ramah lingkungan ini tentunya juga bakal memberikan banyak manfaat bagi ‘Kota Arang’ itu.
“Segera ada tindak lanjut. Sesuai instruksi dari Dirjen, Pemko akan mengirimkan surat pengusulan peninjauan lapangan/survei untuk peninjauan pengolahan energi metan itu. Setelah surat diterima Kementerian, mereka berjanji akan mengirim tim ke Sawahlunto untuk survei,” ujar Andy.






