LPDB KUMKM Bakal Bisa Langsung Biayai UMKM

Jakarta, Poros Nusantara – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM bakal bisa langsung membiayai kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) jika Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 75/2011 telah mengalami penyesuaian.

Selama ini hanya bisa membiayai skim pembiayaan untuk Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), seperti Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Pembiayaan Syariah dan sebagainya, tetapi belum bisa langsung ke UMKM. Namun setelah finalisasi perubahan PMK 75/2011 rampung, UMKM bisa dilayani secara langsung.

Demikian diungkapkan Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM,Jaenal Aripin dalam acara Bincang-Bincang Ramadan Forwakop, bertemakan “Menelisik Skema Pembiayaan Syariah Inklusif Untuk UMKM,” di Jakarta, Rabu (23/5).

BACA JUGA  Anggota DPRD Wajo Andi Tenri Lengka Meninggal, Amran Mahmud Sampaikan Duka Mendalam.

Jaenal menambahkan, bila PMK sudah diubah maka LPDB sudah bisa menerapkan skim pembiayaan syariah langsung ke UMKM. Menurutnya sekitar 52% proposal pengajuan dana bergulir yang masuk ke LPDB ingin dengan pola pembiayaan syariah. “Artinya, ada fenomena kesadaran meningkat akan manfaat pola pembiayaan syariah,” ujarnya.

Masih kata dia dalam perubahan PMK tersebut LPDB Syariah akan turut menyokong skim Nawacita yang digalakan pemerintah, yakni menggarap tiga sektor unggulan (pertanian, perkebunan dan perikanan) dengan special rate sekitar 4,5% pertahun. Jaenal menambahkan pihaknya akan terus menyasar tiga sektor produktif unggulan itu, dimana saat ini, baik lembaga bank dan nonbank, sangat menghindarinya.

BACA JUGA  MARLIUS WALI NAGARI SUNGAI JAMBUR KERAHKAN MASYARAKAT, GORO, MENUJU LOKASI PUNCAK WISATA ALAM GUGUAK MANYAMBAH

Jaenal menjelaskan, seiring derasnya permintaan pola pembiayaan syariah, maka LPDB juga menyesuaikan dengan menambah direktorat syariah. Sehingga sejak Januari 2018 LPDB KUMKM pola syariah telah beroperasioal. Langsung start dengan alokasi dana yang disediakan sebesar Rp 450 miliar, atau 39% dari total Rp1,2 triliun yang disalurkan secara konvensional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *