PRESIDEN JOKOWI SEBUT KEBHINEKAAN JADI KEKUATAN BANGSA INDONESIA

KUPANG, POROS NUSANTARA –  Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara,  Iriana Widodo dalam lawatannya ke Nusa Tenggara Timur yang ke 8 kalinya ini, salah satu agendanya ialah memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadyah Kupang.

Presiden Jokowi menyebut bahwa Negara Indonesia adalah Negara yang besar dengan 17 ribu Pulau, 714 Suku yang bermacam-macam budaya dan 1.100 lebih bahasa daerah. Menjadi modal bangsa ini  harus bisa mengolah kebhinekaan menjadi kekuatan bangsa ini.

Pantauan PorosNusantara, Presiden Jokowi  bersama Ibu Negara Iriana Widodo tiba di Kampus Universitas Muhammadyah tepat jam 13.30 WITA Senin  (8/1/2017), didampingi Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan Ibu Adinda Lebu Raya beserta rombongan disambut dengan tarian adat dan riuh tepuk tangan Mahasiswa/i Universitas Muhammadyah. Dihadapan ribuan Mahasiswa/i, ratusan dosen serta para undangan yang hadir, Presiden Jokowi dalam kuliah umumnya mengatakan, “Negara Indonesia adalah Negara yang besar dengan 17 ribu pulau, 714 suku yang bermacam-macam budaya dan 1.100 lebih bahasa daerah, sangat berbeda-beda oleh karenanya Bangsa Indonesia harus bisa mengolah kebhinekaan menjadi kekuatan Bangsa ini.

BACA JUGA  PLN Peduli Serahkan Bantuan Bagi Korban Gempa Solsel

presiden di ntt 1Menurut Presiden Jokowi, apabila Bangsa Indonesia bisa mengolah perbedaan-perbedaan maka menjadi kekuatan besar dengan politik kebangsaan, perlu disadari bahwa di Republik ini ada saudara sebangsa dan setanah air walaupun ada perbedaan, tetap bersatu untuk mencapai cita-cita kemerdekaan bangsa. “Negara kita terdiri dari 17 ribu pulau, 714 suku dengan bermacam-macam budaya dan 1.100 lebih bahasa daerah yang berbeda-beda oleh karena itu, kita harus mampu mengolah kebhinekaan perbedaan menjadi kekuatan besar untuk mencapai cita-cita kemerdekaan”,  kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, berbagai macam suku, bahasa dan Agama merupakan kebesaran yang dianugerahkan Allah yang perlu disyukuri, sebagai bagian multikultural yang harus mampu dikelola dengan baik agar menjadi bangsa yang besar.  Presiden juga menyinggung soal hajatan politik pilkada serentak diseluruh Indonesia, Presiden Jokowi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama memelihara kedamaian, walaupun berbeda pendapat berbeda pilihan tetapi  tetap satu sebagai  Bangsa Indonesia.

BACA JUGA  Dewan Perpustakaan Nasional Sumut Kunker Ke Sergai.

Disamping itu juga Presiden berharap, perguruan tinggi diseluruh Indonesia khususnya Universitas Muhammadyah Kupang, untuk menjadikan kampus tempat lahirnya manusia-manusia yang unggul yang berkualitas.

Presiden juga meyakini, Muhammadyah yang amal usahanya dibidang pendidikan menjadi tempat berseminya wirausaha kaum muda yang unggul serta berjiwa sosial yang tinggi.  “Saya berharap Muhammadyah juga bisa mengembangkan ekosistim untuk mewujudkan sosio interprenernya yang meningkatkan kesejahteraan umat dan masyarakat luas. Universitas Muhammadyah juga mendukung kewirausahaan dikalangan anak muda sekarang, berbisnis dari hal yang kecil sehingga membangun jaringan yang besar dengan sebuah nilai brand yang tinggi. Dan saya percaya, Universitas Muhammadyah Kupang dan lembaga tinggi diseluruh tanah air Indonesia bisa melakukan kewirausahaan yang menjadi keunggulan Bangsa Indonesia,” pesan Presiden.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadyah Kupang, Zainur Wula, dalam sambutannya mengatakan, “Universitas Muhammadyah Kupang berdiri Tahun 1987, dengan memiliki 6 Fakultas serta 16 program studi. Dalam memiliki akreditas 90, 90% teragreditas B sedangkan 5 program study baru akan dilakukan reakreditasi bulan Juli 2018 mendatang”.

BACA JUGA  Suroto Plt Sek Jakut Hadiri PKD PMII

presiden di ntt 3

Rektor Zainur juga mengatakan, “akreditas perguruan tinggi Muhammadyah memperoleh peringkat B dan Universitas Muhammadyah juga sementara melakukan proses perijinan untuk menjalankan program master sosiologi. Sedangkan jumlah Mahasiswa di Universitas Muhammadyah berjumlah 4.290 orang dengan sisi kelompok Agama islam 30% dan 70% beragama Kristen Protestan. Universitas Muhammadyah dalam melaksanakan catur dharma perguruan tinggi mengacu pada visi, lulusan yang unggul,kompetitif, cerdas secara spiritual dan berwawasan multikultural.

 

( Laporan : Erni Amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *