ABDUL HARIS DIDUGA TEWAS KARENA LEDAKAN KEMBANG API

KUPANG,POROSNUSANTARAMenjelang pergantian tahun 2017 ke Tahun Baru 2018 Minggu (31/12/2017). Sekitar Pukul 14.45 Wita,  di RT 37/ RW 12 Kelurahan Oesapa,  Kecamatan Kelapa Lima,  Kota Kupang, NTT.  Telah meninggal dunia seorang laki-laki akibat luka robek dibagian perut sebelah kanan (dibawah pusar), Korban atas nama, Abdul Haris Kadir (38 tahun), warga RT 39/RW 13 Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima ini tewas diduga karena ledakan kembang api.

Kasus ini masih terus didalami aparat kepolisian untuk mendapatkan kepastian penyebab utamanya.
Kapolsek Kelapa Lima, AKP.Didik Kurnianto, kepada wartawan, Senin (1/1/2018), sesuai kronologis kejadian yang diperoleh dari lapangan menyebutkan, sesuai keterangan saksi atas nama, Lukas Lelangki ( 46  tahun), berawal sekitar pukul 13.00 Wita bertempat di depan kos-kosan milik Fence Adam di  RT 37/ RW 12 Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang , korban bersama dengan para saksi mengkonsumsi minuman keras. Selanjutnya sekitar pukul 14.45 wita ketika minuman keras habis dan bersamaan dengan turunnya hujan  korban dan para saksi membubarkan diri, dimana korban bersama saksi Ricky Tutpai dan Herman Lapi Besi berteduh menuju kos-kosan (TKP), sedangkan saksi lainnya berteduh di kuburan yang berada disamping Kos-kosan (TKP).

BACA JUGA  Pengembangan Desa Wisata, Dua Desa di Wajo Dapat Bantuan dari Kemendes PDTT

Setelah beberapa saat kemudian saksi atas nama,  Ricky  Tutpai dan Herman Lapi Besi berteriak dengan mengatakan ” Ais su badarah” selanjutnya para saksi dan masyarakat sekitar mendatangi dan membawa korban dengan menggunakan mobil Avanza warna hitam menuju Rumah Sakit  SK. Lerik Kota Kupang untuk mendapatkan pertolongan. Dijelaskannnya, setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh dr. Fitri yang menerangkan “bahwa korban telah meninggal pada saat tiba di RS. SK. Lerik”. Menurut keterangan dokter penyebab kematian korban belum dapat dipastikan namun dari keterangan orang yang membawa korban kerumah sakit bahwa yang bersangkutan diduga  adalah korban ledakan kembang api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *