KABIRO WARTAWAN MINGGUAN PEMALANG DI PERAS OKNUM KOLEKTOR

PEMALANG,POROS NUSANTARA – kabiro wartawan poros publik Kabupaten Pemalang Propinsi Jawa Tengah di peras oleh oknum kolektor mengaku dari BAF di sebelah pabrik gondorukem jumat 29/12/2017. Dengan mengancam akan mengambil motor vega yang di kendarai,hal ini membuat wartawan tersebut jatuh sakit mengalami trauma,Moh abadan saat di mintai keterangan tentang kronologi kejadiannya  mengatakan“Aku dari arah Paduraksa sampai Bojongbata tepat di depan foto kopi sebelah barat pabrik gandorukem, dihentikan oleh beberapa orang yang mengaku  dari BAF. Terus saya  di tanyai bahwa motor yang saya kendarai dalam pencarian BAF”.Dirinya melanjutkan saya argumen di situ sekitar kurang lebih 6 orang  kemudian kolektor mengatakan “ini motor aturan tak tarik kekantor kami dapat fi 1.200.000 .- , begitu kata kolektor kemudian dirinya melanjutkan gini aja mas,..disini saja 86 dan jenengan aman tidak akan aku tarik motor ini” .begitu kata kolektor

BACA JUGA  Berkah Ramadhan Penyuluh dan Petani Manggarai Barat Panen Padi.

masih menurut Abadan, kemudian kolektor meminta 500 ribu, sedangkan posisi saya lagi di tunggu  orang dirumah sakit untuk mengurus BPBJS orang sakit, akhirnya saya tinggali 300 ribu, terus saya minta  ktpnya salah satu kolektor dan saya poto salah satu dari kolektor tersebut. saat di tanya kapan kejadiannya dirinya melanjutkan, “kejadian sekitar jam 4 sore tanggal 29 Desember 2017.

BACA JUGA  Menkop dan UKM Gandeng Aktivis Brand Lokal Dongkrak Citra UKM Kuliner

Dan akhirnya saya tinggali 300 ribu  biar bisa cepat pergi, masalahnya saya di tunggu keluarga pasien yang di rumah sakit ashar”, begitu ungkapnya kepada media.

BACA JUGA  Pringatan 100 Tahun Pak Soeharto, Raih Keteladanan dan Mensyukuri Pembangunan

Masih menurutnya saya sudah kantongi nama dan foto ktp pelaku, dia bernama “ EDI “ yang “beralamat Bojongbata

ktp dekoleptor

Menanggapi hal ini teman dari wartawan ikut prihatin dan hendak melaporkan ke polsek pemalang tapi pihak korban sedang sakit di duga akibat trauma karena rasa takut yang berlebihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *