oleh

TIGA RANPERDA DISETUJUI, SATU RANPERDA DITUNDA

KUPANG, POROS NUSANTARA – Tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diusulkan Pemerintah Provinsi (pemprov) NTT, disetujui untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dan satu Ranperda inisiatif DPRD NTT tentang Penyelenggaraan Sistem Kesehatan Daerah, ditunda pembahasannya sambil menunggu proses konsultasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Jakarta.

Hal ini tertuang dalam berita acara persetujuan bersama yang ditandatangani antara Pemprov NTT oleh Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Benny A. Litelnoni, mewakili Gubernur Frans Lebu Raya dan dari pihak DPRD NTT oleh Ketua H. Anwar Pua Geno. Berita acara itu, ditetapkan dengan Keputusan DPRD NTT, nomor: 13/DPRD/2017, tanggal 12 Oktober 2017.

raperdaPersetujuan bersama itu ditetapkan setelah fraksi-fraksi di DPRD NTT menyampaikan pendapat akhirnya dalam rapat paripurna kesembilan masa persidangan ketiga, dipimpin Ketua DPRD NTT, H. Anwar Pua Geno, turut dihadiri 40 orang anggota DPRD NTT dan pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT serta kelompok pakar dan tim ahli, di Aula Utama DPRD NTT, di Kupang, Kamis (12/10).

BACA JUGA  Sosok Pemimpin Tegas, Kombespol Hendra Gunawan Disebut Pantas Jadi PJ Bupati Bekasi

Tiga Ranperda yang disetujui dan diserahkan Ketua DPRD NTT, H. Anwar Pua Geno kepada pihak pemerintah, diterima Wagub, Benny Litelnoni, masing-masing, Pertama, Ranperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi NTT tahun 2017 – 2037, Kedua, Ranperda tentang Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di Provinsi NTT, Ketiga, Ranperda tentang Pencabutan beberapa Ketentuan dalam Perda Provinsi NTT nomor 8 tahun 2010 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

BACA JUGA  PT. Batulicin Nsuantara Maritim TBK Public Expose & Due Diligence Meeting

Sembilan Fraksi, yaitu fraksi Partai Demokrat, fraksi PDIP, fraksi Gerindra, fraksi Partai Hanura, fraksi Partai NasDem, fraksi PAN, fraksi PKB, fraksi Keadilan dan Persatuan dan fraksi Partai Golongan Karya, akhirnya menerima tiga Ranperda untuk ditetapkan menjadi Perda dari empat Ranperda yang dibahas Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD NTT. Sedangkan perda inisitif DPRD tentang Penyelenggaraan Sistem Kesehatan Daerah, masih butuh konsultasi ke Kemendagri RI, di Jakarta.

Pidato Wakil Gubernur, Benny A. Litelnoni, di depan sidang dewan, mengatakan sangat memberikan apresiasi kepada pihak dewan yang telah berupaya dan bekerja keras mulai dari rapat komisi, rapat fraksi bersama Bapemperda hingga berakhirnya proses penetapan Perda. Lanjut Wagub, berbagai dinamika yang berkembang melalui rapat-rapat tersebut hendaknya menjadi perhatian pemerintah dalam mengusulkan Ranperda pada waktu akan datang.

BACA JUGA  JEMBATAN KAMPUNG PULO GELATIK DESA SUKAINDAH, LUPUT DARI PERHATIAN PEMERINTAH, SEWA TPU DI KEMANAIN?

Ketua DPRD NTT, H. Anwar Pua Geno, juga menyampaikan terima kasih atas kesediaan pihak pemerintah yang telah bersama dewan bekerja menyelesaikan tiga Ranperda hingga pada penetapan persetujuan. Kerja keras ini, kata Anwar, menjadi satu komitmen yang kuat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di NTT.

(*Siaran Pers Biro Humas NTT/Winda)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Hi,I read your blog named “TIGA RANPERDA DISETUJUI, SATU RANPERDA DITUNDA | Poros Nusantara” on a regular basis.Your humoristic style is awesome, keep doing what you’re doing! And you can look our website about proxy list.

Berita Terkini