Porosnusantara.co.id|Jakarta- Kajian Akbar “Langkah Baik” dirancang bukan sebagai ajang peluncuran produk, melainkan sebagai ruang edukasi dan berbagi bagi masyarakat yang ingin memahami langkah-langkah praktis dalam mempersiapkan ibadah haji.
Kegiatan ini menghadirkan sesi kajian keislaman, berbagi pengalaman dari para key opinion leaders (KOL), talkshow interaktif, serta kesempatan bagi peserta untuk memperoleh wawasan mengenai perencanaan haji yang lebih terarah.
Group Managing Director Muslim Pro, Nafees Khundker, mengungkapkan bahwa hasil survei menunjukkan tantangan yang dihadapi masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan finansial.
“Salah satu temuan paling menarik dari survei kami adalah bahwa keinginan untuk mempersiapkan haji sebenarnya sudah ada. Lebih dari delapan dari sepuluh responden mengatakan mereka membutuhkan sarana yang dapat membantu merencanakan haji dan umrah, namun sebagian besar belum mulai menabung secara konsisten,” ujar Nafees.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalannya bukan terletak pada niat, melainkan bagaimana menemukan cara yang praktis untuk memulai.
“Rencana berhaji sering kali tertunda karena berbagai tuntutan kehidupan. Ada kebutuhan keluarga yang harus diprioritaskan, komitmen keuangan yang terus berjalan, hingga tantangan yang datang tanpa diduga,” katanya.
Ia menambahkan, melalui kampanye #YukHaji, pihaknya ingin mengajak masyarakat agar tidak terus menunggu waktu yang dianggap sempurna, melainkan mulai mengambil langkah kecil yang realistis sejak hari ini.
Inisiatif tersebut didukung oleh Muslim Pro melalui platform Amanah Pro, sebuah layanan perencanaan haji dan umrah berbasis syariah yang dikembangkan bersama Maybank Syariah.






