FGD Pengelolaan Sampah DKI Jakarta Dorong Kemandirian dan Peran Pemuda dalam Solusi Berkelanjutan

Porosnusantara.co.id |Jakarta- Forum Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Sinergi Pemuda dalam Pengelolaan Sampah Kota yang Berkelanjutan” berhasil digelar sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan generasi muda dalam merumuskan solusi atas persoalan sampah perkotaan.

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan di DKI Jakarta.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan pansus merupakan langkah strategis dalam merespons kompleksitas persoalan sampah di ibu kota.

Ia juga menyoroti insiden longsor di TPST Bantargebang, Bekasi, yang menimbulkan korban jiwa sebagai alarm serius perlunya pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.

“Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kita tidak bisa lagi menunda perbaikan tata kelola sampah. Ini bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan manusia,” ujar Judistira.

Ia menjelaskan bahwa DPRD DKI Jakarta melalui pansus tengah merumuskan kebijakan yang lebih komprehensif, dengan fokus pada penguatan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Salah satu arah kebijakan yang tengah didorong adalah kemandirian pengelolaan sampah di wilayah Jakarta.

“Ke depan, kami akan merekomendasikan agar pada 2030 tidak ada lagi sampah Jakarta yang dikirim ke Bantargebang. Seluruh sampah harus dikelola di dalam wilayah DKI Jakarta,” tegasnya.

FGD ini juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemuda sebagai agen perubahan dalam transformasi pengelolaan sampah. Sinergi antara pemerintah dan generasi muda dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong inovasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mempercepat implementasi kebijakan berbasis lingkungan.

Melalui forum ini, diharapkan lahir rekomendasi strategis yang tidak hanya menyasar solusi jangka pendek, tetapi juga mampu menjawab tantangan jangka panjang demi mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Penulis: supriyadiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *