Menuju HPN ke-80, Ancol Dorong Penguatan Pers sebagai Pilar Demokrasi

Daniel juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pers saat ini, terutama maraknya disinformasi, hoaks, dan konten yang tidak terverifikasi di ruang digital. Kondisi tersebut, menurutnya, justru semakin menegaskan pentingnya peran media arus utama yang bekerja berdasarkan prinsip jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, ia menilai HPN ke-80 menjadi momentum refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dengan insan pers. Kolaborasi yang sehat antara media dan dunia usaha, apabila dibangun secara profesional dan transparan, diyakini mampu menghadirkan informasi yang konstruktif serta mendorong partisipasi publik yang lebih kritis.

“Pers yang independen dan berintegritas akan melahirkan kepercayaan publik. Karena itu, kami berharap insan pers terus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta meningkatkan kualitas pemberitaan yang faktual, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik,” tambahnya.

Dalam pandangan Daniel, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk selama ini menempatkan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat. Perusahaan berkomitmen untuk menjaga hubungan yang terbuka dan profesional dengan insan pers, sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang transparan dan bertanggung jawab.

Peringatan Hari Pers Nasional 2026 yang dipusatkan di Serang, Banten, diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan ini diharapkan menjadi tonggak penguatan peran pers nasional dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin kompleks.

Memasuki usia ke-80, pers Indonesia dituntut untuk semakin matang, adaptif, dan berdaya saing, tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasar jurnalistik seperti kejujuran, independensi, dan keberpihakan pada kebenaran.

Penulis: DwiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *