porosnusantara.co.id | Jakarta – Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD APDESI Provinsi Bengkulu yang juga Ketua DPC APDESI Bengkulu Utara, Muhammad Jafri, S.IP, menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) V APDESI masa bakti 2026–2031.
Dalam agenda nasional tersebut, Muhammad Jafri bertemu langsung dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk membahas percepatan pembangunan desa tertinggal serta penguatan peran desa sebagai kunci pemerataan ekonomi nasional.
Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis. Muhammad Jafri menyampaikan langsung berbagai agenda strategis penguatan desa, sekaligus menegaskan posisi APDESI sebagai mitra aktif pemerintah pusat dalam menyukseskan program pembangunan desa berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Dalam forum tingkat kementerian itu, Muhammad Jafri mengangkat berbagai persoalan yang dihadapi desa-desa di Kabupaten Bengkulu Utara, Kamis (29/1/2026).
Tujuannya, agar kebijakan yang dilahirkan pemerintah pusat benar-benar tepat sasaran dan mampu mempercepat pembangunan desa secara berkelanjutan.
Isu-isu strategis yang mengemuka antara lain penguatan kapasitas aparatur desa, optimalisasi dana desa, pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Seluruh pembahasan menegaskan pentingnya sinergi nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa.
“Desa adalah fondasi pembangunan bangsa,” tegas Muhammad Jafri. Ia menekankan kedekatan emosional kepala desa dengan masyarakat, sehingga setiap kebijakan idealnya lahir dari realitas lapangan, bukan sekadar konsep di atas kertas.
Ia juga menyoroti kondisi Provinsi Bengkulu yang memiliki 1.341 desa, sehingga membutuhkan perhatian dan sentuhan serius dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.






