Porosnusantara.co.id | Rokan Hilir –
Pembangunan/Rehabilitasi Pasar Tradisional Kubu Babussalam tahun 2025 kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, adanya pekerjaan pembangunan los pasar baru di belakang gedung utama pasar tradisional menimbulkan tanda tanya terkait urgensi dan efektivitasnya.
Berdasarkan temuan di lapangan, diketahui terdapat dua unit los pasar lama yang telah terbengkalai selama puluhan tahun dan tidak pernah difungsikan sebagai tempat berjualan. Namun, pada tahun ini Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Rokan Hilir kembali membangun los pasar baru di lokasi yang sama.
Melalui papan informasi proyek di lokasi kegiatan, tercantum bahwa pembangunan los pasar tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp185 juta, dilaksanakan oleh CV. Ade Wirdana melalui APBD Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2025, serta diawasi oleh PT Bangun Citra Alam Riau.
Pembangunan ini menuai kritik dari berbagai pihak. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada porosnusantara.co.id menyatakan bahwa proyek tersebut merupakan bentuk pemborosan anggaran dan tidak memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat.
Hal ini merujuk pada keberadaan dua los pasar lama di belakang gedung utama pasar yang hingga kini tidak pernah difungsikan.
“Pembangunan los ini hanya menghamburkan uang negara, membangun sesuatu yang tidak penting. Tidak ada manfaatnya untuk masyarakat. Di belakang gedung utama pasar itu sudah ada dua los lama yang terbengkalai sejak puluhan tahun,” ungkapnya.
Selain itu, Tim Investigasi DPP TOPAN RI turut mengkritisi proyek tersebut. Lembaga yang bergerak di bidang pengawasan aset negara itu menilai bahwa Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Rokan Hilir tidak melakukan analisis kebutuhan secara matang dan terkesan tergesa-gesa dalam perencanaan proyek.






