Lanjut Jupri, perlu optimalisasi potensi sumberdaya kelautan/perikanan, peternakan, pertanian dan perkebunan. Pariwisata tidak lagi menjadi prioritas utama. Optimalisasi konektifitas Pemda dan Pemdes, agar pembangunan daerah bersinergi secara maksimal dengan Pemdes. Tidak bisa desa membangun tanpa kolaborasi dengan Pemda secara optimal, tandas Jupri.
Melahirkan pelaku UMKM baru usia muda, bangun kesadaran hukum rakyat agar rakyat taat dan sadar hukum, tingkat kriminal di desa dan di Kota bisa ditekan.
Anak muda usia produktif putus sekolah atau yang menganggur perlu didorong untuk sekolah, minimal kejar paket (A,B,C), di asa dengan keterampilan di balai latihan kerja (BLK), mereka harus punya keterampilan. Pendidikan dan keterampilan itu modal bagi mereka.
Tata kelola moda transportasi umum dari desa ke kota, dan dalam kota perlu ditata dengan baik. Lewoleba ini barometer, sebagai kota penyanggah daerah lain. Peluang ini perlu ditangkap dengan melahirkan kebijakan yang mendukung.
Moda transportasi di sektor-krusial seperti bandara, dan pelabuhan laut wajib di atur secara baik agar tidak terkesan kuno, jauh dari harapan tamu daerah (wisatawan) yang ingin berlama-lama habiskan duit di kota Lewoleba, demikian juga sarana seperti jalan, hotel, home stay di Lembata.
Aset daerah yang terbengkelai perlu difungsikan secara baik sesuai fungsinya masing-masing, agar tidak mubajir, dimanfaatkan untuk kebaikan daerah.
Pasar rakyat di perhatikan secara baik, kita lengkapi fasilitasnya agar pasar rakyat berfungsi secara optimal, wilayah tertentu yang perlu kita hadirkan pasar rakyat, kita dorong untuk pasar rakyat tumbuh, semakin banyak pasar rakyat yang tumbuh, geliat ekonomi rakyat arus bawah juga yakin akan membaik.






