Harga Jagung Anjlok, Sekdakab Saipul Perintahkan Dinas Pertanian Way Kanan Turun Tangan

  • Bagikan

Way Kanan, porosnusantara.co.id – Anjloknya harga jagung yang terjadi yang membuat para petani jagung di Kabupaten Way Kanan menjerit, yang harganya mengalami penurunan, yang semula berawal Rp6000 dan turun signifikan menjadi Rp2.700 perkilonya, membuat dinas pertanian Kabupaten Way Kanan turun tangan langsung turun ke Lapangan.

Dinas pertanian Kabupaten Way Kanan turun langsung ke Lapangan untuk mengecek langsung permasalahan yang terjadi sehingga harga jagung mengalami keanjlokan.

Dikonfirmasi Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan (sekda) Saipul menerangkan kepada iNewsWayKanan.id. bahwa ia telah memerintahkan jajaran dinas pertanian untuk turun langsung kebawah untuk mengecek langsung situasi dan kondisi terkait permasalahan harga jagung.

“Tadi kadis PTHP saya sudah saya perintah kan coba cari info di gudang jagung Cugah yang ada dikecamatan Baradatu, dan dari laporan kadis TPHP terkait harga jagung, untuk kondisi gudang jagung cugah sedang full, karena 1 hari nya baru mampu terima 20 mobil kapasiras 7 sampai 8 ton saja dan sedang penambahan alat pengering,” ujarnya saat memberikan keterangan Jum’at (29/03/2024).

Saipul menjelaskan, terkait harga dasar 4200/kg dengan kadar air 18%,. Kadar air tingkat petani 20 – 35 %. Di atas 36 % tidak diterima. perhitungan refraksi sesuai dengan tabel di bawah ini.

“Jadi untuk rata rata jagung dikecamatan baradatu dan sekitarnya ini diterima dg harga 3150/Kg, dengan kadar air 35 %. Dan upaya kami untuk selanjutnya akan segera infokan dan sosialisasi ke para petani dan para agen agen yang ada di kabupaten way kanan. Dan kami juga akan segera rapatkan di Propinsi,” tuturnya.

Untuk diketahui Sebelumnya diberitakan bahwa para petani di Kabupaten Way Kanan yang mengeluh dan menjerit akibat turun nya harga jagung yang cukup signifikan menjelang panen. Harga jagung yang semula berkisar Rp6000 terjun bebas menjadi Rp2.700 perkilonya. Hal ini membuat para petani di Way Kanan merugi akibat turun nya harga jagung.

“Kita menyarankan agar petani jagung menjual hasilnya dengan kadar air 18% aja sehingga mendapatkan harga jual yang bagus, daripada disimpan dengan kadar air tinggi malah jadi tambah rusak,” katanya.

Indera.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *