TERINDIKASI. PROYEK PENINGKATAN JALAN DESA PANTAI BAKTI. KAMPUNG BUNGIN DI KERJAKAN ASAL – ASALAN

  • Bagikan

TERINDIKASI. PROYEK PENINGKATAN JALAN DESA PANTAI BAKTI. KAMPUNG BUNGIN DI KERJAKAN ASAL – ASALAN

Bekasi: porosnusantara.co.id
Meski dalam Pandemi Covid -19 masih menjadi wabah bagi masyarakat sehingga sebagian besar anggaran APBD harus terserap untuk penanggulangan dan penanganannya, namun Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas sumber daya air bina marga dan bina kontruksi (DSDABMBK) masih dapat melaksanakan kegiatan melalui program peningkatan Infrastruktur. Salah satunya adalah Proyek peningkatan jalan di desa pantai bakti. Kecamatan muaragembong. Kabupaten bekasi,

Kegiatan dengan Nomor Kontrak: (602.1/120/TENDER/SPP/ PJL-DSDABMBK/2021), Dengan Anggaran sebesar Rp.4.378.884.805.00, yang bersumber dari APBD kabupaten bekasi tahun.2021, Dengan Pelaksana Kegiatan dipercayakan pada PT. RIZ GIGA UTAMA.

Mirisnya, pelaksanaan pembangunan peningtan jalan. Di Desa Pantai bakti. kecamatan muara gembong, diduga tanpa pengawasan dari pihak konsultan proyek, sehingga bangunan jalan tersebut diragukan kualitasnya.

Berdasarkan pantauan kami di lokasi kegiatan tersebut. kamis ( 25/11/2021) terlihat Sedang dilakukan pengecoran namun dalam pengerjaanya diduga kurang maksimal baik untu ketebalan beton atupun badan jalanya. terlihat masi berantakan karna banyaknya puing puing bongkahan beton di jalan yang akan segera dilakukan pengecoran, Apalagi dengan tidak adanya pengawas dan konsultan dilokasi saat pengerjaan dilaksanakan. tak ayal lagi menimbulkan asumsi dan kesan seolah rekanan sedang melaksanakan proyek peningkatan jalan dikerjakan asal asalan,

Cibeng (49) warga Kampung bungin RT.02/01 Desa pantai bakti. “Yah ini jarak 55.meter sisa pengerjaan yang kemarin itu tidak makai pembesian cuman ada besi dua biji. terus diujungnya di sambungan coran itu pengerasanya bukan pake beskos atau batu kapur. Itu pake bongkahan coran lama yang di bongkar.

Masih kata cibeng. Untu Pekerjaan (TPT) tembok penahan tanah nyapun ini sangat buruk jauh dari maksimal karna waktu yang pertama saya liat itu adukan pasir sama semenya pake air asin. terus yang kedua pemasangan cerukcuk bambunya tidak sesuai dan bawahnya itu tidak digali.
Ahirnya sekarang banyak yang patah patah miring terus juga ada yang gempar.

“Harapan kami sebagai masarakat kepada pihak dinas terkait. atau Dewan Dewan kita di dapil lima agar mau turun untuk meninjau pembangunan karna kami masarakat bingung mau ngadu kemana, ucapnya.

sangat disayangkan proyek yang menggunakan anggaran (APBD) Kabupate bekasi. Hingga ratusan juta bahkan milyaran rupiah, tapi dikerjakan tanpa adanya pengawasan dari pihak trkait, Hingga diterbitkannya berita ini pihak rekanan maupun Dinas terkait (DSDABMBK) kabupaten Bekasi belum dapat ditemui untuk dikonfirmasi.

(Wardi)

BACA JUGA  Dorong Investasi, Pemerintah Berikan 5 Insentif Sektor Properti
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *