oleh

PELAKSANA PROYEK BERTANGGUNGJAWAB MEMPERBAIKI PENGECORAN JALAN DI KAMPUNG PADAT KARYA YANG SEMPAT DIHENTIKAN WAKADUS

PELAKSANA PROYEK BERTANGGUNGJAWAB MEMPERBAIKI PENGECORAN JALAN DI KAMPUNG PADAT KARYA YANG SEMPAT DIHENTIKAN WAKADUS

Kabupaten Bekasi, porosnusantara.co.id. Pelaksana proyek pembangunan pengecoran, di Kampung padat karya di dusun 04, RT/RW.01/10. Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, memenuhi janjinya pengecoran jalan yang selama ini retak retak pada akhirnya di kerjakan kembali dengan menggunakan hotmik atau pengaspalan


Akan tetapi ketika pelaksanaan pengaspalan berjalan baru beberapa saat mendapatkan respon/ tanggapan yang kurang baik dari pihak yang mengatasnamakan wakil Kepala Dusun ( Wakadus ) 04.Desa Pantai Harapan Jaya kabupaten Bekasi.yang berinisial Acng dan saudara panan dengan gagahnya.mereka memberhentikan jalan nya pekerjaan pengaspalan.

Dengan alasan pelaksana dari pekerjaan proyek tersebut harus ketemu mereka dulu baru
lanjutkan pekerjaan kembali.

Selang beberapa lama pelaksana lapangan proyek datang setelah sempat adu argumen akhirnya dapat di mengerti wakil dari pelaksana lapangan CV.BAROKAH.

Menjelaskan bahwa pekerjaan pengaspalan ini adalah bentuk pertanggung jawaban CV.Barokah atas pekerjaan pengecoran yang selama ini ada yang retak retak.

Jadi tidak ada sangkut paut dengan ketebalan harus sekian sekian tutur dengan santai.

Masih di lokasi yang sama, Kami dari beberapa awak media, bertemu dengan Tarkim selaku Kadus 04 menyampaikan apresiasi kepada CV Barokah yang sudah membangun dan juga memperbaiki jalan padat karya.


“Beliau sangat mengapresiasi dan sangat berterimakasih kepada pihak pelaksana proyek pembangunan jalan yang berada di wilayahnya walau pun itu banyak yang bilang uang rakyat.saya ora ngarti kesonohnya uang dari mana tepi yang saya tau kampung saya jalannya di bangun dan perbakin”,tegas Tarkim Kepala Dusan 04 kepada awak media, Kamis (25/11).


Jalan yang selama ini hancur dan kalau turun hujan belok atau berlumpur sekarang sudah tidak lagi “,tuturnya dengan nada bicara /logat kampung.

(Carim)

BACA JUGA  KAMPUS SEBAGAI WAHANA PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK BANGSA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini