Disdamkar Akui Perlu Keahlian Khusus Tangani Fenomena Ular Kobra Masuk Rumah

  • Bagikan

Jakarta. porosnusantara.co.id – Fenomena banyaknya ular Kobra, juga ular Sanca, muncul di perumahan warga se-Kota Depok, diantisipasi Dinas Pemadam Kebakaran pimpinan Gandara Budiana dengan membentuk tim khusus ular. Menyusul aduan warga dari daerah Beji, Tapos, Pancoranmas & Sawangan.

“Kami Damkar Depok, selalu respon cepat terhadap semua pelaporan warga, termasuk kemunculan ular. Apabila ada ular yang terlihat di sekitar rumah, segera melapor ke kami (Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112),” ujar Kabid Pengendalian dan Operasi Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Welman Naipospos, kepada media. “Penanganan ular memang membutuhkan keahlian khusus, dan berbahaya dilakukan sembarangan,”Beberapa pekan belakangan, diakuinya, banyak laporan warga terkait emunculan binatang melata King Kobra dengan bisa mematikan serta ular Sanca sehingga membuat panik pemilik rumah bahkan lingkungan sekitar yang ditumbuhi tanaman bambu. Dimana tanaman bambu menjadi tempat nyaman komunitas ular ditambah musim penghujan itu ular keluar sarang untuk menetaskan telurnya dan mencari makan.

BACA JUGA  KARNAVAL KARANGSARI BUKTI NYATA WARGA BERSATU

Di Permata Sawangan, warga Blok I kerja bakti untuk bersih-bersih terhadap tanaman liar semak belukar seputaran tanaman bambu. Emak-emak semangat membantu & menyiapkan makanan bagi bapak-bapak yang merapikan pepohonan liar untuk dibakar.

BACA JUGA  Bupati Way Kanan Hadiri Sertijab Camat Buay Bahuga

“Beberapa rumah tetangga, sering kemasukan ular dan menghilang. Apalagi di rumah pa’ Reynaldi sudah tiga kali ular King Kobra indukan & anakan ditangkapi petugas Damkar Depok,” ujar Boy Endang, warga setempat, yang menyaksikan ular kobra anakan keluar dari rumah tetangga saat bakar-bakar sampah pepohonan.

Sementara emak-emak sepakat menyatakan inisiasi kerja bersih-bersih ini lantaran khawatir sering ditemukan ular yang masuk rumah. “Paling tidak kami jaga-jaga. Kalau lingkungan bersih kan juga enak dipandang mata dan tidak seram, apalagi kami blok belakang pas samping pemakaman umum di atasnya,” timpal Momi Suhayat, diiyakan Netti & Tina.

BACA JUGA  Puluhan Siswa SMAN 6 Wajo Lolos Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia,Kepala Sekolah Ini Motivasi Kami

Hingga Senin (29/11) sore, cuaca angin besar & hujan masih mewarnai daerah-daerah di Kota Depok. Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisika (BMKG) menyebut hujan sedang dengan kelembaban 25’C & angin 10km/jam. Disusul Selasa (30/11) diperkirakan Kota Depok menjadi bagian terdampak cuaca ekstrim di antara 26 provinsi di Indonesia.

Red

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *