oleh

Tokoh Pemuda Desa Mulyajaya Geram Namanya Di Catut Tanpa Konpirmasi

Tokoh Pemuda Desa Mulyajaya Geram Namanya Di Catut Tanpa Konpirmasi

Kab.Karawang, porosnusantara.co.id.
Warga Desa Mulyajaya Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang Jawabarat, merasa bangga dengan diselenggarakan Lomba Karoke ditempat wisata Pelangi Cibanteng Karena Kegiatan Lomba Karoke tersebut sangat menunjang penghasilan bagai warga lingkungan misal dari uang parkir.

Tokoh agama, Encep Abdul Patah Menjelaskan kepada awak media menurutnya,” Dengan adanya kegiatan lomba karoke di tempat wisata Pelangi Cibanteng tidak keberatan justru jika di seputar wilayah Lingkungan ada kegiatan yang dianggap positif mesti kita apresiasi “Selasa 20/9/2021.

Ditegaskan pula Oleh Tokoh masyarakat Ependi Bahawa segenap warga masyarakat lingkungan Desa Mulyajaya tidak pernah komplain dengan kegiatan lomba karoke. Karna radius tempat lomba Karoke tersebut berada di tempat wisata Pelangi jauh dari Lingkungan, justeru bagi warga masyarakat sangat mendukung, ada hikmahnya dengan adanya kegiatan Lomba Karoke di area tersebut sangat menunjang penghasilan tambahan bagi warga misal dari uang parkir atau pedagang kecil,” Ucapnya.

Komentar yang sama diutarakan Oleh jajaran para tokoh pemuda Desa Mulyajaya Hendrik-Endang-ujang-Hoerudin serta  jajaran pemuda lainnya dibeberkannya oleh Hendrik bahwa munculnya pemberitaan disalah satu media Online bahwa pemuda Cibanteng tidak setuju adanya lomba karoke adalah HOAX.yang pasti diadakannya lomba karoke, hampir seluruh para pemuda desa Mulyajaya Antusias bersyukur diwilayah lingkungannya selangkah lebih maju.Kabar angin isuenya pemuda Desa Mulyajaya tidak setuju ada lomba karoke.wah wah itu Hoax. Justru kami para pemuda sangat bangga dan bersyukur wilayah Lingkungan selangkah lebih maju dalam hal kegiatan yang positif,”Ungkapnya.

BACA JUGA  USULAN INDONESIA UNTUK TATA KELOLA TERUMBU KARANG BERKELANJUTAN DIADOPSI PBB


Di ruang kantor desa Mulyajaya Endang.A.Md.Komp.Selaku Kades Mulyajaya menerangkan,” sebenarnya ditempat area kontestan karoke sudah memenuhi aturan pemerintah yaitu melengkapi alat protokol kesehatan PEROKES. adapun peserta biduan sewaktu bernyanyi ada yang melepaskan masker akan tetapi radius penyanyi dengan panitia jarak jauhnya hampir 4 meter apakah jarak 4 meter melanggar perokes? beleh dikoreksi dari jumlah panitia dan peserta kontestan serta pengunjung keseluruhan terhitung cuma dibawah 100 Orang saja.

“Sebenarnya dampak dimasa pandemik sekarang ini bagi warga sangat sulit mencari napkah maka dengan diselenggarakanya lomba Karoke diambil positifnya bagi warga lingkungan sangat membantu meraih uang tambahan misal warga berdagang Es atau jualan makanan ringan.lanjut ia siapapun yang mau menghubungi Kami via telepon WhatsApp nomer HP selalu Online 1×24 jam maka apabila ada oknum mengatakan Kades mulyajaya susah dihubungi adalah HOAX. Wong HP selalu onlaine,”Pungkasnya.

( Tim)

BACA JUGA  Tantangan Yang Dihadapi Sawahlunto Dalam Menjaga Kawasan danBangunan Cagar Budaya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini