Kolaborasi Kemenko PMK, BPOM dan IWAPI utk mendorong UMKM Berdaya saing dan Go Internasional

Kolaborasi Kemenko PMK, BPOM dan IWAPI utk mendorong UMKM Berdaya saing dan Go Internasional

Jakarta, porosnusantara.co.id
Kemenko PMK memfasilitasi kegiatan FGD secara berkelanjutan dengan IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dengan tujuan agar pengusaha mikro dan kecil dapat melengkapi perizinan usaha khususnya untuk perizinan BPOM, dimana kesulitan para UMKM makanan adalah memenuhi manajemen keamanan pangan sebelum bisa melakukan tahapan proses ijin edar BPOM agar UMKM dapat berdaya saing dan go internasional dengan memiliki perizinan yang lengkap.

Hal tersebut diungkapkan Ir. Aris Darmansyah Edisaputra. M.Eng PLT, Staf Ahli Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Kemaritiman Kemenko PMK yang mengawali pembicaraan selaku Keynote Speaker pada FGD hari Kamis (5/8/2021) di Jakarta dengan tema “Perancangan PSB (Prasarana dan Sarana Baru) dan CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik).

Salah satu strategi untuk percepatan UMKM memiliki Manajemen Keamanan sehingga Kompeten dalam menjalankan usahanya dan mampu mengurus perizinan BPOM, bekerjasama dengan beberapa organisasi pengusaha adalah dengan IWAPI yang beberapa pengurusnya dijadikan sebagai fasilitator nasional oleh BPOM untuk dijadikan nara sumber dalam webinar dan FGD yang berkelanjutan.


Nita Yudi selaku Ketua Umum IWAPI dalam pembukaan kegiatan mengatakan,
“ Terimakasih kepada Kemenko PMK dan BPOM yang sudah bersinerji dan berkolaborasi dalam mendorong percepatan perizinan I-PRT maupun MD.
Dulu mengurus perizinan banyak dihindarkan oleh teman teman UMKM, namun berbeda dengan saat ini, UMKM benar-benar mencari tahu dan berusaha proaktif untuk mendapatkan perizinan, bersambut antara pemerintah dan pelaku usaha, disinilah IWAPI hadir untuk mewujudkan program kerja pemerintah dan pelaku usaha.
Dengan adanya program BPOM Fasilitator Nasional, maka IWAPI mendorong pelaku usaha untuk mendapatkan kemudahan perizinan dan yang tidak kalah pentingnya Kemenko PMK melalui Bapak Aris, terus mengawal dan mengevaluasi kegiatan ini, Pak Aris begitu peduli pada Program Pemberdayaan Ekonomi bagi UMKM sehingga kami selalu berkordinisasi untuk kegiatan ini yang diharapkan mampu mengangkat perekonomian UMKM yang dimiliki IWAPI dimana semuanya perempuan pengusaha dengan jaringan diseluruh Indonesia. “

Ema Setyawati, Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku usaha Olahan pangan BPOM menyampaikan
” UMKM bukan hanya dapat memasok produk ke masyarakat tetapi juga mengangkat ekonomi Nasional.
Tingkatkan daya saing dan kualitas produk, maka harga juga akan bagus.
Branding dan Promosi juga jangan ditinggalkan. Keamanan pangan adalah tanggung jawab kita bersama. Good safety is everyone’s business, Standar dari Produk, Standar proses produksi tetap harus dijalankan karena ada kaitannya dengan keamanan pangan”.

IWAPI saat ini memiliki 5 Fasilitator Nasional yang sudah profesial dan terukur kompetensinya, dalam melakukan tugasnya, “Pemahaman Tentang perizinan sangat penting yaitu persiapan SPP IRT, MD Number dan lainnya.
Memang ada Checklist kebutuhan berkas Permohonan Sarana Produksi Pangan untuk UMKM, tapi yang lebih penting adalah pemenuhan fasilitas fisik (bangunan, peralatan dll) serta implementasi manajemen keamanan pangan sehari-hari yang sudah dijalankan oleh UMKM.
Selain itu sebelum melakukan renovasi bangunan produksi, ruang layout produksi sebaiknya konsultasi dahulu dengan BPOM” pesan Yanty Melianty pemilik Magfood salah satu fasilitator nasional pada saat membawakan materi.

Pembicara lainnya, Ratna Dwikora pemilik Mie Aceh Seulawah, berbicara tentang Peralatan Produksi, Perawatan, Pembersihan, Sanitasi Peralatan, Hygiene Pekerja, pencegahan Cemaran udara, pengendalian hama.
“Setiap Fasilitator BPOM sudah mendapatkan dan menguasai materi yang didapatkan dari BPOM, kemudian juga memberikan TOT ke perwakilan IWAPI di seluruh Indonesia yang disebut sebagai fasilitator daerah BPOM IWAPI.”

BACA JUGA  Kembangkan Belitung Menjadi Destinasi Wisata Unggulan


Jurika yang juga salah satu fasilitator Nasional dan pembicara, pemilik dari Lembaga Sertifikasi Profesi UMK, yang sering melakukan pendampingan kepada pengusaha yang bermasalah dalam mengurus perizinan mengatakan, ” Bagan Alir Produksi harus dibuat untuk setiap produk. Tahapan ini sangat penting karena menyangkut hasil akhir produk juga tentang kemudian packaging dan penyimpanan”.

Standarisasi harus diikuti oleh pelaku usaha terutama dalam ukuran standar Bahan Tambahan Pangan (BTP) tidak sedikit pelaku umk digruduk aparat karena diduga dengan tidak lengkap perizinan atau pemberian BTP berlebihan sehingga berbahaya bagi konsumen.

Acara ditutup dengan pernyataan Fasilitator nasional dan pembicara terakhir, Susanti Alie yang merupakan pengusaha saos cabe “CAP PAYUNG”,
“SOP dan Quality Control/Sistem Pengecekan Kualitas Produk harus direncanakan dengan pedoman tertulis yang dimulai dari SOP agar berjalan sesuai prosedur yang ada.
Tujuan SOP adalah mencapai goal yang sama.
SOP ini harus menjadi penyelesaian masalah yang timbul, adanya pandemic SOP harus ditambahkan misalnya adanya sanitizer tangan dan ruangan”

Hasil kegiatan yang dimulai dengan mengisi pretest dan terakhir mengisi post test, terdapat banyak peserta sangat antusiasme, dan hasil yang memuaskan karena peserta banyak mendapapkan edukasi dan literasi.


( Indah / Jerry )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *