Bangun Sinergi, MWCNU Setu Silaturahmi Ke Ponpes Hafidz Indonesia Center

Kabupaten Bekasi, porosnusantara.co.id – MWCNU Setu lakukan kunjungan ke Pesantren Hafidz Indonesia Center (HIC) yang berlokasi di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Turut hadir dalam silaturahmi tersebut, K.H. Subhan Tanjung Ketua Tanfiziah MWCNU Setu-Bekasi, Ismuri wakil ketua BPD Burangkeng, Wisnu Wicaksana Pimpinan Redaksi Media Reformasi Indonesia, Suriyanto ketua RT. 017 Mustika Grande, M. Tamam ketua DKM Musholah Al-Mutaqqien, beberapa pengurus MWCNU Setu serta perwakilan tokoh masyarakat.

BACA JUGA  TNI AL Palembang Aksi SAR Dalam Insiden Tenggelamnya TB. Japina Mulya 03 dan TK. Merpati di Perairan Sungai Keladi Banyuasin

Silaturahmi ke pesantren HIC terkait membangun sinergi antara organisasi masyarakat berpaham Aswaja Annahdliyah dan peran pendidikan di kalangan dunia pesantren yang harmonis.

“Penting saat ini mengenali tumbuh subur, bak jamur pesantren-pesantren di wilayah Kecamatan Setu yang pada kenyataannya berseberangan dengan pemerintah,” tutur Kiyai Subhan.

“Beberapa pesantren bermunculan, namun sedianya warga masyarakat harus mengenali arah dan paham yang dianut, beberapa diantaranya terkadang tidak sama sekali mengajarkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme),” lanjutnya.

BACA JUGA  Bupati dan Wakil Bupati Wajo Salat Idulfitri di Lapangan Merdeka Sengkang

Dari hasil komunikasi kali pertama sesuai paparan Ust. Baharudin, S.PdI, AF Pemilik pesantren HIC dan Ust. Imam ketua Yayasan HIC, bahwa HIC merupakan pesantren dengan Amaliah Annahdliyah.

“Mengenali sanad team pengajar dan materi yang disampaikan sejatinya sebagai bentuk antisipasi munculnya sikap dan paham intoleransi,” tutur ust. Baharudin.

BACA JUGA  Polsek Sekincau Hadiri Louncing Kampung Tangguh Nusantara Di Pekon Pampangan

Saling berbagi informasi antara ketua MWCNU Setu dan pimpinan pondok pesantren mengalir seperti air sejalan dengan arah pembicaraan keduanya, bagaimana kemudian HIC mandiri dan mampu membiayai santrinya.

“Pesantren merupakan contoh kecil rotasi atau perputaran ekonomi, kemandirian di pesantren perlu dimunculkan,” ungkap Ust. Baharudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *