Daerah  

Zoom Meeting Studi Vaksin COVID-29 Longcom Dalam Rangka Percepatan Penanggulangan Pandemi di Indonesia

Poros Nusantara, JAKARTA (09/03) – PT BCHT Bioteknologi Indonesia telah ditunjuk sebagai representative Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co., Ltd. untuk berkoordinasi dengan lembaga/institusi di Indonesia dalam melakukan uji klinis fase 3 ini. Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co., Ltd. memiliki kapasitas produksi 300 juta dosis per tahun, dan sudah memberikan komitmen dapat menyuplai vaksin COVID19 Longcom ini sejumlah 50-100 juta dosis di tahun 2021. Saat ini salah satu produk Zhifei group yaitu Vaksin Meningitis (Menivax ACYW) telah tersertifikasi halal digunakan di Indonesia untuk jamaah haji dan umroh.

Pada saat Zoom Meeting Vaksin COVID-19 Longcom, pada hari Selasa, 9 Maret 2021 dalam rangka kegiatan Temu Media Studi Vaksin COVID-29 Longcom, yang merupakan produksi Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co., Ltd. Dr. dr. Chairuddin Yunus, M.Kes Dirut
PT BCHT Bioteknologi Indonesi sampaikan bahwa Vaksin COVID-19 Longcom ini merupakan Vaksin Rekombinan, yang berbeda dengan vaksin inaktif yang merupakan seluruh bagian/virus utuh dimatikan kemudian dijadikan vaksin.

“Vaksin rekombinan/protein sub-unit lebih selektif dan spesifik, hanya menggunakan Spike protein yang terdapat pada permukaan virus,” ujarnya

Ungkap Dirut PT BCHT Bioteknologi Indonesia mengemukakan bahwa Studi Uji Klinis Vaksin COVID-29 Longcom Fase 3 di Indonesia dimana pelaksanaan uji klinis di Indonesia dilakukan di Jakarta (FKUI-RSCM) dan Bandung (FK UNPAD-RSHS).

BACA JUGA  OTT Bupati Bengkayang, Sekda  Dan Kadis PUPR Oleh KPK

Sebelumnya, kata Dr. dr. Chairuddin Yunus, M.Kes, selaku Dirut PT BCHT Bioteknologi Indonesia bahwa Pelaksanaan uji klinis fase 3 yang merupakan kelanjutan dari uji klinis fase 1 dan 2 yang telah dilakukan sebelumnya di China. Adapun hasil dari Fase 1 dan Fase 2 menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 Longcom ini AMAN dan mempunyai IMUNOGENISITAS (kemampuan membentuk antibodi)
yang sangat baik. Sementara dalam Fase 3, selain mengamati Keamanan dan Imunogenisitas, juga akan diamati EFIKASI yaitu kemampuan vaksin melindungi orang yang telah divaksinasi dari serangan
penyakit COVID-19.

Diketahui, bahwa secara global, uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 Longcom ini akan dilakukan di beberapa negara pada
29.000 orang relawan, meliputi Uzbekistan 7.000 orang, Ekuador 7.000 orang, Pakistan 10.000 orang, China 1.000 orang, dan Indonesia 4.000 orang. Adapun, menurut rencana uji klinis fase 3 di Indonesia akan dilaksanakan di Jakarta pada 2.000 relawan dan di Bandung pada 2.000 orang relawan dengan target kelompok umur 18 tahun ke atas (termasuk untuk usia diatas 59 tahun).
Pada Uji klinis Fase 3 setiap relawan akan menerima tiga kali suntikan, dengan interval waktu 1 bulan antar penyuntikan.

BACA JUGA  Kota Depok Ajuakan PSBB Tahap III Ke Gubernur Jabar

“Bahwa, sesuai rekomendasi WHO, pengamatan uji klinis akan dilakukan selama 1 tahun. Diharapkan, dengan pemberian tiga (3) kali suntikan akan memberi efikasi yang lebih tinggi dan
perlindungan yang lebih lama,” katanya.

Peneliti utama dalam uji klinis Fase 3 di Jakarta ini adalah Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K),
M.Trop.Paed. Pelaksaan uji klinis di Jakarta akan dilaksanakan di sepuluh Puskesmas, yaitu Puskesmas Kecamatan Senen, Koja, Tambora, Pasar Minggu, Jatinegara, Cempaka Putih, Cilincing,
Cengkareng, Pesanggrahan, dan Kramat Jati.

Lebih lanjut, pelaksanaan uji klinis fase 3 ini telah melalui serangkaian proses perijinan, yaitu persetujuan Komite Etik FKUI-RSCM pada tanggal 21 Januari 2021, persetujuan dari BPOM RI berupa Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinis fase 3 tanggal 3 Februari 2021, persetujuan Gubernur DKI Jakarta, serta Dinas
Kesehatan Propinsi DKI Jakarta.

Yang mana, vaksin yang akan digunakan pada uji klinis ini juga telah melalui
pengujian mutu oleh PPPOMN, dan terbukti memenuhi persyaratan mutu dengan diterbitkannya Sertifikat Lot Release pada tanggal 23 Februari 2021.

“Kami ingin berperan aktif membantu Pemerintah dalam rangka percepatan penanggulangan pandemi COVID-19 di Indonesia. Kami berkomitmen akan terus berkoordinasi dengan BPOM. Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Satuan Tugas COVID-19, dan Pemerintah Daerah. Kami yakin bahwa hasil uji klinis fase 3 ini akan sangat bermanfaat untuk Pemerintah, baik dalam hal security of supply dan juga dalam penyusunan kebijakan percepatan penanganan pandemi COVID – 19,” paparnya menjelaskan.

BACA JUGA  Pemda Solok Melalui Dinas Sosial Memberikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran

“BERSAMA KITA TUNTASKAN PANDEMI COVID-19 MENUJU INDONESIA MAJU,” pungkasnya Singkat.

Saat Zoom Meeting yang digelar turut hadir Dr. Widyastuti, M.KM selaku Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Lies Dina Liastuti, SpJP (K), MARS Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof.Dr.dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Trop.Paed Principal Investigator PT BCHT Bioteknologi Indonesia.

Supriyadi*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *