Daerah  

Komisi I DPRD Wajo Rapat Tindaklanjuti Aspirasi LSM LAKI dan LSM Pemeras Kades OTT Polres Wajo

Porosnusantara. Wajo Sulsel — Komisi I DPRD Wajo,melakukan rapat kerja menidaklanjuti aspirasi LSM LAKI beberapa waktu lalu, terkait adanya oknum LSM dari luar Wajo, yang meresahkan sejumlah kepala desa di Wajo,Rabu 24 Maret 2021, di Ruang Sidang Paripurna DPRD Wajo.

Rapat kerja tersebut dihadiri Ketua Komisi I, Anggota Komisi I, Kepala Kesbangpol Wajo, Kepala Inspektorat, Kepala PMD, Ketua LSM LAKI, dan sejumlah kepala desa.

H.Ambo Sessu Ketua Komisi I DPRD Wajo, mengatakan, salah satu agenda pembahasan hari ini, adalah meindaklanjuti aspirasi LSM LAKI beberapa waktu lalu, tentang sepak terjang oknum LSM dari luar Wajo, yang sudah meresahkan sejumlah kepala desa di Wajo.Selain itu Peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Sat Res Polres Wajo terhadap oknum LSM yang diduga melakukan pemerasan terhadap kepala desa di Wajo, menjadi salah satu tema pembahasan hari ini.

BACA JUGA  Reforma Agraria, Solusi Masalah Pertanahan di Indonesia

“Hari ini kita akan bicarakan tindak lanjut aspirasi LSM LAKI,
tentang LSM dari luar Wajo yang sering menakut-nakuti dan mengancam kepala desa. Dan hal ini ternyata sudah terbukti dengan adanya oknum LSM dari luar yang telah diamankan oleh Polisi karena diduga memeras kepala desa di Wajo,” kata Legislator Hanura ini.

BACA JUGA  Dukungan Meluas, Aktifis 98: Jokowi 3 Periode Sebaiknya Menang Lewat Pilpres 2024

Sementara Muh. Marsose Ketua Laskar Anti Korupsi Kabupaten Wajo angkat bicara menyampaikan, aspirasi yang pernah disampaikan ke DPRD beberapa waktu lalu, akhirnya terbukti dengan ditangkapnya 3 oknum LSM dari luar Wajo yang diduga melakukan pemerasan terhadap kepala desa.

“Apa yang kami aspirasikan sudah terbukti, ada oknum LSM dari luar Wajo yang kerjanya hanya melakukan teror dan mengancam kepala desa,” ujar mantan wartawan Palopo Pos Fajar Group itu.

Dengan tertangkapnya oknum LSM tersebut, kata Marsose, membuktikan jika memang ada LSM dari luar Wajo yang selalu mendatangi dan menakut-nakuti kepala desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *