oleh

Adanya Praktek Pungli Yang Dilakukan Oleh Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab

Poros Nusantara – Adanya praktek Pungli yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang semestinya diperuntukan Untuk pemindahan pecangang lama tanpa di pungut bayaran dalam bentuk apapun, akan tetapi pada kenyataan dilapangan TPS tersebut bisa di dapatkan oleh para pedagang melalui mekanisme sewa dengan nilai sewa kontrak sebesar Rp. 17.000 000,(Tujuh Belas juta) pertahun untuk kios dengan ukuran 1.5 X 1.5 Mtr.

Terjadinya Kecemasan dan Keresehan Para Pedagang Lama yang masih berminat untuk melanjutkan kegiatan usahanya di Pasar Bantargebang karena hak mereka terhadap klos/losnya sudah dialihkan kepada orang lsin secara diam-diam oleh pihak pengembang. Dan juga ditemukan kepemilikan ganda untuk kios/los, 1 (Satu) kios/los di miliki oleh beberapa orang yang telah membayar Down Payment (DP) ke Pihak Pengembang dengan tempat kios/los yang sama, sehingga kejadian ini sangat berpotensi menjadi keributan masal di tengah-tengah para pedagang pasar bantargebang.

Dari penjabaran kami diatas, maka kami dari Masyarakat Penggiat Anti Korupsi memohon sgar Komisi Pemberantasan Korupsi Republik indonesia (KPK-RI) dapat memanggil Walikota Bekasi untuk Pembenahan Sistem Revitalisasi Pasar Bantargebang Dalam Kerangka Koordinasi Dan Supervisi Bidang Pencegahan (KORSUPF SAH) agar Penguatan Ekonomi Masyarakat Menjadi Lebih Baik. Sehingga tidak ada lagi masyarakat khususnya Pedagang Pasar yang di Rugikan dan juga tidak menjadi Kisruh yang berkepanjangan di tengah-tengah masyarakat Kota Bekasi.

Besar harapan kami supaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengundang Kami sebagai Pelapor bersama-sama dengan Pihak Wali Kota Bekasi untuk duduk bersama mencari solusi atas permasalahan yang ada.

Atas Perhatian dan Kerjasama dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI), Kamu Ucapkan Terimakasih.

Supriyadi*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini