oleh

Tanah KUD desa Kertasari di perjual belikan oleh oknum yang mengaku pemiliknya.

Porosnusantara 4 Dese 2020 – Pada saat pemerintahan kepala desa KERTASARI H.isna selaku kepala desa menjual tanah ke KUD saat itu kepala KUD H.nur amin tetapi tidak membuat akte jual beli atau tidak pernah terjadi akte jual beli.

Pada saat pemerintahan kepala desa nadi dan selanjutnya Mahpud tanah tersebut masih digunakan oleh KUD,pada saat Aang selaku kepala desa muncul sartifikat dalam pendaftaran pertama dengan nama pemegang hak H.nur amin dengan asal hak bekas milik adat kikitir (C)no 483 persil no 96 dan peralihan hak berdasarkan akte jual beli nomor 65/2018 dibuat oleh :Norman tuah hamongan Sinaga ,S.H,mkn sebagai PPAT dengan daerah kabupaten Karawang tanggal 16 November 2018 peralihan ke atas nama Gunawan Cahya sumirat Karawang 13 -02-1971.

Kepala desa KERTASARI saat dimintai keterangan beberapa bulan yang lalu dari media metro aktual Herman dan Asep ,bahwa persil tersebut di (c) desa tidak ada dan tidak tercatat tanah tersebut atas nama Gunawan Cahya sumirat. dari keterangan warga yang tau kronologis bahwa H.nur amin memiliki hutang kepada Muhammad orang tua dari Gunawan Cahya sumirat sebesar 60 juta rupiah dalam kurun waktu yang ditentukan H. nur Amin tidak mampu mengembalikan uang tersebut sehingga tanah tersebut di jadikan jaminan hutang .

Menurut Hendry anak dari ma asini selaku penggarap tanah KUD tersebut selama ini Gunawan Cahya sumirat belum pernah memperlihatkan bukti kepemilikan yang asli selama saya menggarap ,pegangan saya menempati tanah tersebut berdasarkan surat keterangan desa Kertasari nomor 470/172/2020/DS ,dalam keterangan di sebutkan Asini almarhumah dan selanjutnya Hendri selaku penggarap anak dari ma asini dibuat tanggal 18 Maret 2020.

Masih kata Hendry dan Agus dulu pernah musyawarah di kediaman rumah Gunawan Cahya sumirat supaya tanah KUD tersebut diserahkan dan akan memberikan kompensasi tapi kami tolak , Gunawan Cahya sumirat tanah KUD tidak bisa dimiliki olehnya maksudnya khawatir tanah tersebut tidak bisa dimilikinya ucap salah seorang yang hadir pada waktu musyawarah.

(Agus / teguh karawang*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini